MORAL-POLITIK.COM – Tingkat Kemiskinan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Indeks Kebahagiaan Penduduk NTT pada periode September 2017 sama-sama tinggi.

Data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT menunjukkan, pada periode September 2017, jumlah penduduk miskin mencapai 1.134, 74 atau 21,38 %. Angka ini masih menjadikan NTT sebagai provinsi ke-3 termiskin secara Nasional.

Pada periode yang sama, Indeks Kebahagiaan penduduk NTT mencapai angka 68,98 dari rentang angka antara 0 sampai 100. Secara Nasional, angka ini menjadikan Provinsi NTT menempati urutan ke-3 dari bawah setelah Papua, dan Sumatera Utara.

“Tingkat Kemiskinan dan Indeks Kebahagiaan penduduk NTT sama-sama tinggi. Dan itu bisa terjadi, karena variabel untuk menentukan kedua hal itu sangat berbeda. Jadi tidak berarti bahwa Tingkat Kemiskinan tinggi, membuat Indeks Kebahagiaan penduduk suatu provinsi jadi rendah,” kata Kepala BPS Provinsi NTT Maritje Pattiwaellapia kepada moral-politik.com di Kota Kupang, Senin (15/1/2018).

Ia mengatakan, Tingkat Kemiskinan diukur dari kemampuan seorang penduduk untuk membiayai kebutuhan hidupnya berdasarkan standar Garis Kemiskinan (GK).

“Kita mengukur Tingkat Kemiskinan dari dari sisi ekonomi, dari kemampuan seorang penduduk membiayai kebutuhan hidup berdasarkan standar GK. Dengan standar ini, kita juga bisa mengukur pertumbuhan ekonomi suatu masyarakat,” jelasnya.

Ia mengatakan, cara seperti itu akan berbeda, jika ingin mengukur Indeks Kebahagiaan penduduk.

“Indeks Kebahagiaan tidak diukur dari kemampuan seorang berbelanja berdasarkan standar GK. Artinya Indeks Kebahagiaan tidak diukur dari sisi ekonomi,” jelasnya.

Ia menerangkan, Indeks Kebahagiaan diukur dari Kepuasan Hidup (Life Satisfaction), Perasaan (Affect), dan Makna Hidup (Eudaimonia).

Baca Juga :  FirmanMu janji tertibkan PDAM, PT. Sasando, dan PD. Pasar !