MORAL-POLITIK.COM — Pasca pemutusan kerjasama antara BPJS dengan Rumah Sakit Umum (RSU) Siloam Kupang, banyak masyarakat Kota Kupang yang dirugikan.

Pasalnya RSU Siloam merupakan salah satu Rumah Sakit yang ada di Kota Kupang yang fasilitas kesehatannya sangat lengkap. Untuk itu, Anggota DPD asal NTT Ibrahim Agustinus Medah, berjanji akan siap menyelesaikan masalah pemutusan hubungan kerjasama BPJS dengan RSU Siloam Kupang, yang efektif berlaku pada 1 Januari 2018.

“Persoalan pemutusan hubungan kerjasama BPJS dengan RSU Siloam Kupang ini, secara tugas di DPD ada pada Komite III. Namun, persoalan BPJS secara perorangan sebagai Anggota DPD dirinya akan siap kawal hingga tuntas,” kata Medah pada kegiatan resesnya di Kota Kupang, Kamis (4/1/2018).

Medah mengaku, pemutusan kerjasama ini tentu sangat merugikan masyarakat Kota Kupang, sebab dirinya mendapat kabar banyak pasien menderita sakit cukup parah, terutama pasien yang menjalani cuci darah harus mengantri di RSU W.Z. Yohannes Kupang, yang merupakan RS Tipe B, yang selevel dengan RSU. Siloam.

Melihat kondisi seperti ini, dirinya berjanji akan melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, agar persoalan ini bisa segera dituntaskan.

“Persoalan BPJS ini, secara wajib menjadi tugas saya, dan saya berjanji akan mengawal sampai selesai, walaupun itu bukan pada Komite saya. RSU di Kota Kupang masih sangat minim sarana medis yang lengkap, sehingga pemutusan kerjasama ini jelas merugikan masyarakat,” tegas dia.

Jefri Riwu Kore

Sebelumnya Walikota Kupang Jefri Riwu Kore mengharapkan bantuan DPD guna membantu menyelesaikan persoalan ini.