MORAL-POLITIK.COM – Dunia pendidikan, terkhususnya pendidikan moral, dalam pandangan Pater DR. Gregor Neonbasu, tampak simpang siur.

“Pendidikan moral kita tampak simpang siur,” katanya kepada moral-politik.com di Kota Kupang, Kamis (18/1/2018).

Menurutnya, jika ingin pendidikan moral anak menjadi baik, maka harus didahului dengan pendidikan di rumah.

“Ini kita bicara soal sebuah pendidikan moral yang terstruktur. Pendidikan moral harus dari rumah, berarti dari kandungan ibu. Setelah itu, berkembang pada dunia pendidikan formal, maka harus bisa di mulai dari pendidikan PAUD,” jelasnya.

Acapkali, lanjutnya, orang tua di rumah justru mempercayakan anak-anaknya untuk di didik dari di mensi moral di sekolah.

“Sebaliknya, banyak kali para guru juga sangat mengharapkan keterlibatan para orang tua untuk mendidik ‘moral anak’ di rumah, dengan alasan bahwa kehadiran anak-anak di sekolah lebih sedikit di banding kehadiran mereka di
lingkungan masyarakat (Rumah, red),” ungkapnya.

Menurutnya, ini menunjukkan sikap saling menunggu antara kedua belah pihak untuk melakukan yang terbaik bagi pendidikan moral anak.

Simpang siur ini, lanjutnya, diperparuhi juga dengan minimnya evaluasi yang harus dilakukan antarapihak sekolah dengan pihak keluarga.

Perkembangan dan bertahannya budaya

Simpang siur pendidikan moral juga berkaitan dengan perkembangan dunia yang terjadi begitu cepat. Perkembangan ini, secara pragmatis, sedikit banyak telah mengubah gaya hidup seseorang.

Baca Juga :  Bupati SBD kirim 2 Kuda Sandalwood untuk Jokowi