MORAL-POLITIK.COM – Idrus Marham resmi di angkat jadi menteri sosial oleh Presiden Joko Widodo alias Jokowi.

Pada Pilpres 2014 yang lalu, Idrus dipercaya sebagai Koordinator Koalisi Merah Putih (KMP), koalisi parpol pendukung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, yang adalah lawan Jokowi-Jusuf Kalla.

Melansir merdeka.com, saat diwawancarai di Istana Negara, Jakarta, seusai dilantik jadi Mensos, Idrus mengatakan di Pilpres 2014 memang ada perbedaan gagasan antara Golkar dengan Nawacita Jokowi. Sehingga, saat itu Golkar tidak berpihak pada pasangan Jokowi-Jusuf Kalla.

“Saya kira gini ya, patron kita adalah konsep pikiran gagasan, dan sejatinya itulah yang harus kita kembangkan. Persoalan bangsa ini hanya bisa diatasi apabila kesenjangan visi misi bisa kita dekatkan,” ujar Idrus, Rabu (17/1).

Semula, menurut Idrus, terdapat kesenjangan visi misi antara Golkar dengan Jokowi. Akan tetapi, semakin hari Golkar mulai menyadari ternyata perbedaan itu hanya terletak pada penggunaan kata.

“Misalkan Golkar bangun dari desa, visi Nawacita membangun Indonesia dari pinggiran. Bedanya di mana? desa itu ada di pinggir, di pinggir itu kita temukan desa,” jelasnya.

“Jadi sebenarnya enggak ada masalah karena itu prinsip kita adalah kesenjangan visi harus kita atasi dan kesenjangan visi ini komitmen Istiqomah melaksanakan visi itu,” sambung dia.

Untuk diketahui, Idrus diangkat jadi Mensos menggantikan Khofifah Indar Parawansa. Khofifah kini tengah mengikuti bursa Pilgub Jatim 2018. Pelantikan Idrus dilakukan di Istana Negara, Jakarta, pada pukul 09.00 WIB.

 

 
Penulis : Supriatin
Editor   :  Athen
Sumber : Merdeka.com

Baca Juga :  Roy Suryo isaratkan Demokrat dukung Anies-Sandi