MORAL-POLITIK.COM – Kehidupan moral yang sangat diharapkan dari seorang ‘public figure’, adalah yang hidupnya baik dan terpuji.

Itulah pendapat Pater Gregorius Neonbasu ketika dihubungi moral-politik.com di Kota Kupang, Kamis (18/1/2018) pagi.

Senada dengan pendapat Pdt. Hendrik Fanggidae yang justru menempatkan seorang ‘public figure’ dalam sebuah ‘rumah kaca’, Gregorius berpendapat, moral yang juga diharapkan dari seorang ‘public figure’ ialah tidak terlibat dalam hal-hal skandal yang dikeluhkan masyarakat secara transparan.

Penilaian moral ini, lanjut Gregorius, selalu berkaitan erat dengan seberapa jauh figur tertentu setia dan taat pada aturan, serta kewajiban agama dan kepercayaan yang dianutinya.

“Hal-hal berkenaan dengan agama atau kepercayaan selalu berkaitan langsung dengan perilaku terpuji dan terpandang dalam kehidupan bersama setiap hari,” tambahnya.

Menurut Antropolog dan Budayawan kesohor di bumi Nusa Tenggara Timur (NTT) ini menuturkan bahwa moral selalu berhubungan dengan tanggapan masyarakat secara umum, di mana masyarakat sendiri menilai dengan ukuran serta patokan yang telah dimiliki dari generasi ke generasi tanpa rekayasa berdasarkan kepentingan tertentu.

Gregorius Neonbasu. (foto: ambuga/moral-politik.com)

 

Karena, sambung dia, moral adalah sebuah nilai yang berlaku universal, maka penilaian terhadap moral seorang ‘public figure’ tidak terlepas dari tindakan seseorang ‘public figure’ dimaksud.

“Dalam hal ini, apa yang disebut nilai moral tidak saja tertutup untuk komunitas tertentu. Ia (Nilai moral, red) berlaku di mana-mana dan bagi semua orang. Dan masyarakat selalu menilai moral seseorang berdasarkan tindakan dari seseorang ‘public figure’,” jelasnya.

 
Penulis : Ambuga
Editor   : Erny