MORAL-POLITIK.COM – Direktris Rumah Sakit (RS) S.K Lerik, Marsiana Halek mengatakan, penderita Gizi Buruk pada anak umur di bawah lima tahun (Balita) di Kota Kupang terus meningkat setiap tahun.

Hal itu bisa dilihat dari angka peningkatan pertahunnnya.

“Jumlah pasien Gizi Buruk pada tahun 2015 sebanyak 8 pasien, 2016 sebanyak 6 pasien, dan 2017 meningkat menjadi 12 pasien. Jumlah ini hanya termasuk pasien yang datang berobat ke Rumah Sakit, dan ini belum yang termasuk yang ditangani di Puskesmas,” ujarnya kepada wartawan di Balai Kota, Rabu (17/1/2018).

Di awal tahun 2018 ini, katanya, sudah ada satu pasien Gizi Buruk yang sedang di rawat. Namum demikian, pihaknya akan terus berusaha untuk mengobati para penderta Gizi Buruk.

Halek mengatakan, dalam penanganan pasien Gizi Buruk, biasanya diberikan suplemen makanan tambahan dan akan terus dipantau berat badan si penderita.

“Jika sudah stabil, akan dipulangkan dan selanjutnya tetap terus di pantau oleh pihak Puskesmas terdekat ataupun pihak yang bertanggung jawab, apabila pasien itu masuk dalam wilayah kerjanya,” sebutnya.

Halek menguraikan, penangan pasien Gisi Buruk itu, biasanya memakan waktu sekitar dua minggu, mulai dari pemberian suplemen makanan tambahan, di pantau, sampai pada kondisi pasien stabil.

Ia berharap, penderita Gisi Buruk harus mendapat perhatian lebih, para orangtua harus merawat anaknya dengan baik, terutama pola makan, dan tentunya makan makanan yang bergizi.

Baca Juga :  Walikota Jefri: Penyaluran Rastra Dipercepat !