Oleh: Perempuan K *)

 

 

Tak seperti itu
Di balik pintu bertrali besi
Bukan begitu
Di dalam kelambu menghening

Diam, bisu, bungkam
Hitam pekat, gelap gulita
Meraba-raba tanpa tongkat
Bertubi jantung tertikam aturan

Ah…
Kelabu kelam berkaca buta
Tangan terikat menyentuh pena
Seakan kanfas tak merestui

Perawan dalam kelambu
Trali terlalu ego
Wajarkah kumemandang kemerdekaan
Hawa berpeluk luka
Dapur, sumur, kasur

Perawan dalam kelambu
Makan hati lebih baik mati
Kegagalan putus asa
ohh… tidak jangan

Ayo…
Angkat tangan beri isyarat
Berpijak pada bumi
Bertancap dalam kata

Roti tidak cukup bagi hidup manusia
Sabda, kata, bahasa
Pembunuh berdarah dingin
Bangkit melawan, berdiri berjuang
Hadihakan tangan kiri
Jam bermata berlian
Biar merdeka meresap ke rahim
Biar bebas
selangkang bertrali

Adonara, Jumat (12/01/2018)

 
*) Penulis tinggal di Adonara, Kabupaten Flores Timur

Baca Juga :  Sepeda Jokowi dan Air Mata Gubernur NTT