Home / News NTT / Pilkada NTT: Sisi Lain Blusukan Para Kandidat

Pilkada NTT: Sisi Lain Blusukan Para Kandidat

Frans Kape. (foto: ambuga/moral-politik.com)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM — Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Nusa Tenggara Timur (NTT) 2018, ada berbagai cara yang dilakukan oleh para kandidat untuk menarik perhatian masyarakat.

Blusukan, menjadi sebuah fenomena menarik yang digandrungi para politisi tersebut.

Diambil dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, kata ‘blusukan’ secara etimologi berasal dari Bahasa Jawa, dari kata dasar blusuk ‘masuk’ dan akhiran -an (afiks verba) yang berarti ‘masuk-masuk ke tempat tertentu untuk mengetahui sesuatu’.

Tujuan umum dari kegiatan blusukan ini, menurut Frans Kape, adalah untuk masuk-keluar wilayah-wilayah yang jarang dikunjungi. Selain itu, untuk meningkatkan popularitas.

“Popularitas bisa dicapai dengan berbagai cara, salah satunya dengan cara blusukan. Secara umum, kandidat yang melakukan blusukan akan lebih mudah terkenal,” kata Frans Kape kepada moral-politik.com, Kamis (4/1/2018).

Dalam pandangannya, blusukan yang dilakukan kandidat gubernur dan walik gubernur NTT, merupakan sebuah tahapan dalam dunia perpolitikan.

“Ada tahapan-tahapan dalam pemilihan gubernur. Ada tahapan ‘dikenal’,” katanya.

Dalam tahapan ini, kandidat berupaya agar profil mereka perlu dikenal masyarakat luas.

“Bisa dengan cara blusukan. Namun, ada sisi lain dari blusukan ini,” jelasnya.

Sisi lain ini, lanjutnya, jika tidak dipahami masyarakat umum, akan berakibat fatal dalam pemilihan seorang kepala daerah.

Baca Juga :  Di Kantor KPU, Jonas Salean sesumbar memenangi Pilkada Kota Kupang !

< 1 2>

Komentar Anda?

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button