MORAL-POLITIK.COM – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Flores Timur (Flotim) I Putu Astawa menjelaskan kasus uang sitaan pengembalian uang muka dari kontraktor Paul Mela.

Hal tersebut diduga terjadi atas kasus hukum dua paket proyek pembangunan jalan di Pulau Solor, Tahun Anggaran 2016.

Ia menjelaskan hal itu kepada perwakilan Forum Solidaritas Anak Flores Timur (Sadar), Gerakan Anti Korupsi Flores Timur (Gertak), juga Lembaga Bantuan Hukum Pemerhari Hak Demokrasi dan Hak Asasi Manusia Flotim, setelah menerima mereka untuk berdiskusi di ruang kerjanya belum lama ini.

“Dana yang disita dari para tersangka korupsi telah di setor ke kas negara per 8 Mei 2017. Sudah di setor ke Bank BRI,” katanya kepada moral-politik.com melalui sambungan telpon genggam, Jumat (12/1/2018), pukul 10.00 WITA.

Ia menambahkan, total dana yang disetor bukan Rp. 800 juta, tetapi sebesar Rp.788.401.589.

Meski dijelaskan, tambahnya, anggota forum mempertanyakan mengapa uang itu di sita di luar proses pengadilan.

“Kami menjalankan perintah pengadilan yang perkaranya sudah berkekuatan hukum tetap,” tegasnya.

Selain menjelaskan besarnya uang yang di setor ke bank, ia juga menjelaskantentang  dugaan pemerasan oleh oknum jaksa terhadap pengusaha dan masyarakat yang berperkara.

“Oknum bersangkutan masih dalam proses pemeriksaan internal oleh Kajati,” katanya. “Jika terbukti bersalah, yang bersangkutan akan di hukum. Tak hanya hukuman internal. Ia bisa dipidana.”

 

 

 

Penulis : Ambuga
Editor   : Erny