MORAL-POLITIK.COM – Masyarakat Kota Kupang harus berpartisipasi aktif untuk menekan perkembangan penyakit demam berdarah (DBD) yang kini berpotensi menjadi wabah.

Kepala Bidang Penanggulangan dan Pengamatan Penyakit Dinas Kesehatan Kota Kupang, Sri Wahyuningsih mengatakan, dilihat dari jumlah kasus demam berdarah, memang telah terjadi penurunan trend terhitung hingga minggu ke 52 tahun 2017 sampai minggu pertama tahun 2018.

Pada kurun waktu itu, kasus demam berdarah hanya terjadi sebanyak 121 kasus. Sedangkan di tahun 2016 lalu mencapai 374 kasus.

Namun dalam penurunan trend tersebut, kata Sri, kasus demam berdarah di tahun 2017 telah memakan korban jiwa sebanyak tiga orang. Sedangkan di tahun 2016, tidak ada korban jiwa, walaupun jumlah kasusnya jauh lebih banyak.

Oleh sebab itu, untuk menekan trend demam berdarah di tahun 2018 ini, terutama agar tidak lagi memakan korban jiwa, Sry menegaskan, Dinas Kesehatan menghimbau agar masyarakat rajin melakukan Tiga M, yakni menguras dan menutup tempat-tempat penampuan air, serta mengubur barang serta benda yang berpotensi menampung air.

Selain itu, tambahnya, masyarakat diminta menggunakan abate di tempat penampuangan air, atau juga bisa menggunakan ikan yang dipelihara di tempat penampuangan air. Tujuannya adalah, agar nyamuk di sekitar tidak dapat berkembang biak.

Ia berharap, dengan adanya partisipasi masyarakat untuk mengantisipasi perkembangan demam berdarah di Kota Kupang melalui Tiga M dan dan Abate, di tahun 2018 ini kasus demam berdarah bisa ditekan dan tidak lagi memakan korban, agar tidak berkembang menjadi wabah.

 

 

Penulis : Nyongki
Editor   : Erny