foto: ambuga/moral-politik.com

MORAL-POLITIK.COM – Para kandidat yang terpilih dalam Pilkada NTT 2018 kali ini akan memulai pemerintahannya di atas mayat-mayat Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

Hal ini dikatakan ketua Badan Pelayanan Advokasi, Hukum dan Perdamaian Sinode GMIT Kupang Pdt Emmy Sahertian kepada wartawan di Kota Kupang sewaktu melakukan aksi 1.000 lilin di depan Kantor Gubernur NTT, Senin (19/2/2018).

Aksi 1.000 lilin tersebut dalam rangka meminta sikap tegas dari pemprov NTT terkait meninggalnya TKI asal NTT di Malaysia, Adelina Sau.

“Tahun ini adalah tahun politik. Para kandidat yang terpilih sebagai gubernur dan wakil gubernur nanti akan memulai pemerintahannya di atas mayat-mayat TKI kita,” katanya.

Ia mengatakan pemerintah harus menyadari, kasus kekerasan terhadap TKI bukan lagi menjadi masalah sepele.

“Kami ingin nurani mereka jangan tumpul terhadap fenomena yang mencabik-cabik kemanusiaan ini. Ini bukan lagi hal biasa. Kami akan terus bersuara agar pemerintah bisa membuka mata dan hati mereka. Kematian TKI bukanlah soal sepele yang dipandang sebelah mata,” katanya.

Kritikan ini tak hanya berlaku terhadap kandidat yang akan memimpin NTT kelak. Emmy juga mengkritisi kerja pemerintahan Gubernur NTT yang sedang berlangsung.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

− 5 = 3