MORAL-POLITIK.COM – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya mendorong semangat peserta Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Program/Kegiatan Bidang Pekerjaan Umum dan Panataan Ruang Tahun 2019.

Setelah berbicara beberapa menit di hadapan puluhan undangan yang mengikuti Rakor tersebut di Hotel Swiss Bellin, Kota Kupang, Senin (12/2/2018), Frans mengakhiri sambutannya dengan sebuah cerita.

“Saya ingin mengakhiri sambutan ini dengan sebuah cerita. Judulnya Balon Merah,” katanya.

“Cerita Balon Merah,” katanya memulai kisah itu. “Di suatu desa, hiduplah seorang ayah dengan anaknya. Mereka serumah, dan kehidupan mereka cukup bahagia.”

Frans Lebu Raya. (foto: ist/moral-politik.com)

Setelah hidup beberapa lama, sang ayah ingin meninggalkan sang anak. Kepada sang anak itu, ayahnya memberikan sebuah pesan.

“Nak, kata ayah itu. Suatu ketika ayah pergi jauh dan lama kembali, silakan lepas balon berwarna merah ke udara, agar ayahmu tahu, bahwa kamu membutuhkan ayah. Kalau melihat balon berwarna merah itu, ayah akan kembali padamu,” kisah Frans Lebu.

Ia melanjutkan, “Dengan melihat balon berwarna merah itu, sang ayah pasti tahu bahwa anaknya membutuhkannya.”

Ketika tiba waktunya, pergilah ayah itu meninggalkan anaknya. Kepergian sang ayah cukup lama dan tanpa kabar, seperti hilang ditelan bumi.

Baca Juga :  Gubernur Frans belum mengusulkan 3 nama calon PLT Wali Kota Kupang, mengapa?