Tribunnews.com/Seno Tri Sulistiyono – Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo menyambangi rumah kelahiran almarhum ?sastrawan dan wartawan kawakan Indonesia, Djamaluddin Adinegoro di Kecamatan Talawi, Sawahlunto, Sumatera Barat

 

 

MORAL-POLITIK.COM –  Survei merupakan salah satu metode ilmiah untuk mengetahui tingkat elektabilitas seseorang dalam kancah politik.

Seperti dilansir Tribunnews.com, lembaga survei Median mencatat Presiden Joko Widodo masih memiliki basis suara yang lemah di kawasan luar Pulau Jawa.

Hal itu diungkap oleh Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun dalam rilis hasil survei “Lampu Kuning Jokowi dan Pergerakan Suara Penantang” yang dilakukan di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (22/2/2018).

Dari data yang disajikan Median 73,2 persen pemilih luar Jawa menginginkan pemimpin alternatif selain Jokowi.

Jokowi sendiri hanya mengumpulkan suara 26,8 persen.

Sementara 73,2 persen suara yang menginginkan Jokowi diganti tersebar ke beberapa sosok lain yaitu Prabowo Subianto (24,4 persen); Anies Baswedan (6,1 persen); Gatot Nurmantyo (4,7 persen); dan Agus Harimurti Yudhoyono (2,7 persen).

Sedangkan untuk pemilih di dalam Pulau Jawa sebagian besar memilih Jokowi yaitu dengan suara 41,3 persen jauh mengalahkan suara Prabowo Subianto (18,7 persen); Gatot Nurmantyo (6,1 persen); Anies Baswedan (3,2 persen); dan AHY (2,1 persen).

Rico mengatakan data itu bisa menjadi lampu kuning bagi Jokowi lantaran prioritas pembangunan infrastruktur di luar Pulau Jawa dengan tujuan pemerataan perekonomian tidak memberikan dampak signifikan terhadap kepercayaan masyarakat kepada Jokowi.

Baca: Survei Median Sebut Jokowi Kalah Popular dari Prabowo di Media Sosial

“Sehingga bisa dikatakan fokus Pak Jokowi untuk membangun infrastruktur di luar Pulau Jawa tidak berbanding lurus dengan masalah yang ada dan itu menyakiti elektabilitas Jokowi,” terangnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

40 + = 41