foto: ambuga/moral-politik.com

 

 

MORAL-POLITIK.COM – Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Pol Raja Erizman mengeluarkan aturan kepada polisi NTT agar selama masa pilkada NTT 2018 berlangsung, tidak boleh berfoto sambil menunjukkan jari.

“Kalau menunjukkan jari kan bisa menunjukkan nomor urut paket. Lebih baik dikepal saja,” kata Erizman kepada wartawan di Kota Kupang, Rabu (21/2/2018).

Menurutnya, hal ini berkaitan dengan larangan terhadap TNI/Polri untuk terlibat dalam politik praktis.

Berita Hoax

Selain mengimbau kepada para polisi untuk jangan berfoto sambil menunjukkan jari, Erizman juga mengaku pihaknya selalu memantau media-media yang menyebarkan berita hoax.

“Kami memiliki tim yang selalu memantau aktivitas media-media khususnya di NTT. Kami memantau 24 jam,” katanya.

Terkait sebuah berita hoax yang sebarluaskan oleh salah satu media baru-baru ini, ia mengaku pihaknya lagi melakukan penelusuran.

“Kami sedang melakukan penelusuran. Sangat disayangkan kalau sebuah berita hoax kemudian disebarluaskan. Dampaknya bisa sangat besar,” tegasnya.

Untuk itu ia berharap, media-media sekarang tidak boleh memberikan pemberitaan hoax karena mengganggu kenyamanan semua orang.

“Ini menjadi tugas semua orang, termasuk pers dan jurnalis,” tegasnya.

 
Penulis : Ambuga
Editor  : Erny

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

54 − 46 =