Kapolda NTT Irjen Pol Raja Erizman. (foto: ambuga/moral-politik.com)

 

 

MORAL-POLITIK.COM – Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Pol Raja Erizman akan menyelidiki salah satu media online yang diduga menyebarkan berita bohong (hoax).

Berita hoax yang disebarkan itu terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Labuan Bajo.

Ia mengatakan, Polda NTT sudah berkoordinasi dengan pihak Mabes Polri.

“Sedang dimonitor dan ditelusuri. Sepertinya media itu tidak berada di NTT sehingga kami minta bantuan Mabes Polri,” ujar Erizman kepada wartawan di Kota Kupang, Rabu (21/2/2018).

Jika terbukti menyebarkan berita bohong, katanya, akan diproses sesuai hukum yang berlaku.

Dia mengaku hingga saat ini, Polda NTT belum mengetahui informasi penangkapan satu kepala daerah di NTT.

“Sebenarnya ini menjadi tugas kita bersama, termasuk rekan-rekan media. Jika media memberitakan berita hoax, bisa kacau,” imbuh Erizman.

Informasi terkait penangkapan salah satu kepala daerah di Labuan Bajo disebarkan salah satu media online, Selasa (20/2/2018) dengan judul berita “OTT di Labuan Bajo, Seorang Bupati di NTT Dikabarkan Ditangkap KPK”.

Informasi itu pun menjadi viral di media sosial facebook dan grup whatsApp jurnalis NTT.

 

 

Penulis : Ambuga
Editor  : Erny

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

72 − 70 =