Mantan mata-mata Rusia, Anna Chapman. ©muskimagazin.com

MORAL-POLITIK.COM – Dunia spionase atau mata-mata penuh dengan kejutan-kejutan. Sulit bedakan antara teman dan lawan.

Merdeka.com melansir, profesi sebagai mata-mata tak melulu dilakukan pria. Wanita cantik pun mampu melakukan pekerjaan yang penuh risiko ini. Paras mereka yang menggoda, membuat lawan bertekuk lutut di hadapan mereka.

Selain paras, aksi mereka yang “ditutupi” dengan profesi lain, semakin memudahkan mereka melanjutkan misi. Tentu tanpa diketahui lawan maupun targetnya.

Seperti dikutip dari Life Death Prize dan History Lists seperti inilah paras cantik mata-mata wanita di dunia, yang mampu mengelabui lawannya.

1. Mata Hari, penari terkenal, sensual, eksotis, sekaligus agen ganda

Mata Hari 2015 Merdeka.com/abcnews.go.com

Penari terkenal asal Belanda ini memiliki nama asli Margaretha Geertruida Zelle. Dia memulai awal karirnya menjadi penari yang sensual pada 1905.

Dengan kostumnya, Mata menarik banyak penonton di Berlin, Wina dan Madrid, dan bahkan tokoh militer dan politik saat ini. Aktivitas mata-matanya tentu menjadi samar. Namun identitasnya terbongkar pada 1017, saat orang Prancis menuduhnya bekerja untuk orang Jerman, menggunakan bukti dari intelijen Inggris yang rahasia.

Sebenarnya Mata dibayar sebagai mata-mata untuk Prancis di Belgia. Namun pihak berwenang Prancis mengatakan bahwa Mata berubah menjadi agen ganda dan menyampaikan informasi rahasia ke Jerman.

2. Nancy Wake, ‘Tikus Putih’ yang membunuh tentara Nazi dengan tangan kosong

Nancy Wake blogspot.com

Nancy Wake menjadi salah satu wanita yang ikut menghiasi Perang Dunia II. Dia dikenal sebagai “Tikus Putih” oleh Gestapo, karena banyak orang yang menginginkannya, bahkan dengan harga lima juta franc.

Nancuy pernah mengganti kode dengan operator nirkabelnya yang dipaksa dihancurkan selama serangan Jerman. Kemudian dia melarikan diri ke Inggris. Dia sudah terdaftar di Special Operations Executive (SOE).

Selain itu, Nancy juga pernah memimpin serangan terhadap tentara SS. Saat itu ada 1.400 orang tewas dan 100 orang menderita. Dan di situlah Nancy membunuh penjaga SS dengan tangan kosong agar penjaga tersebut tidak menyalakan alarm.

1. Ethel Rosenberg

Ethel Greenglass Rosenberg, ditangkap AS karena membocorkan rahasia nuklir ke Rusia.

Rosenberg dituduh mencuri data tentang rahasia atom dari catatan yang diberikan kakaknya. Mereka bersama dengan mata-mata lainnya ditangkap oleh FBI pada 1950. Saat di persidangan, mereka bersekongkol melakukan mata-mata pada 1951. Kini dua anaknya sudah ada yang merawat.

Selama mereka ditahan, pasangan ini menolak melibatkan mata-mata lain ke jaringan ini. Biarpun mata-mata lainnya, termasuk saudara laki-laki Ethel dan ipar perempuannya, mengutuk dia dan suaminya ke hukuman mati melalui kursi listrik.

Mereka dieksekusi menggunakan kursi listrik pada 1953. Saat itu banyak orang yang menganggap pasangan ini sebagai kambing hitam untuk anti-Semitisme dan McCarthyisme.

2. Krystyna Skarbek atau Christine Granville

Wanita kelahiran Polandia 1908, Krystyna Skarbek atau Christine Granville, pernah ke Hungaria sebagai agen Inggris. Beberapa kali dia pergi ke Polandia untuk membantu tentara perlawanan Polandia melarikan diri dari negara itu.

Pada tahun 1941, Skarbek ditangkap oleh Gestapo, tapi langsung dibebaskan. Dia berusaha membebaskan diri dengan cara menggigit lidah sampai berdarah dan batuk keras, sehingga dia berhasil meyakinkan orang Jerman bahwa dia menderita tuberkulosis.

Skarbek juga melakukan beberapa misi intelijen yang berani di Prancis. Dia meninggal setelah ditikam oleh pengagum yang ditolak olehnya pada tahun 1952

Wanita cantik mata-mata Amerika ini sering disebut sebagai “mata-mata Sekutu yang paling berbahaya” oleh warga Jerman.

Setelah Perang Dunia II pecah, dia berada Paris. Setelah Prancis menyerah, dia melarikan diri ke Inggris dan menjadi agen BUMN. Kemudian, dia dikirim kembali ke Prancis untuk membantu mengatur perlawanan. Pada tahun 1942, Hall terpaksa melarikan diri ke Spanyol.

Dan dua tahun kemudian, dia bergabung dengan Kantor Pelayanan Strategis AS (OSS) dan kembali ke Prancis untuk membantu mengkoordinasikan pendaratan parasut Sekutu dan melatih tentara perlawanan Prancis. Setelah perang selesai, Hall bergabung dengan CIA dan bekerja sebagai agen intelijen sampai tahun 1966. Dia meninggal pada tahun 1982 saat berusia 76 tahun.

3. Anna Chapman, mata-mata cantik dengan IQ tinggi

Wanita Rusia dengan rambut merah ini pernah diduga terlibat dalam lingkaran mata-mata ‘Program Illegal’. Biasanya mereka menyusup ke lingkaran sosial dan politik kelas atas.

Dia juga menjadi mata-mata paling pintar. Wanita cantik lulusan ekonomi dengan IQ 162. Dia sempat menikah dengan pria bernama Alex Chapman dari Inggris, dan dia mendapatkan kewarganegaraan ganda Rusia-Inggris dan paspor Inggrisnya. Namun pernikahannya gagal dan dia dipindah ke Manhattan. Di sana dia kembali mengirim informasi sensitif ke Kremlin.

Dia ditangkap pada tahun 2010 oleh FBI karena dia diminta untuk meneruskan paspor palsu ke mata-mata lain.

 

 

Penulis  : Fellyanda Suci Agiesta
Editor    : Erny
Sumber : Merdeka.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

34 − 33 =