foto: angga/moral-politik.com

 
MORAL-POLITIK.COM – Kabupaten Sikka menyimpan banyak ragam budaya, tradisi, bahasa, dan peninggalan masa lampau yang mempunyai nilai peradaban tersendiri.

Kondisi ini, apabila masyarakat Sikka tidak mempertahankan ragam budaya dan tradisi terutama penggunaan bahasa daerah, akibatnya bahasa Sikka terancam punah.

Orinbao Law Office, Victor Nekur saat memberikan materi penguatan kapasitas pemangku adat di Desa Teka Iku mengatakan, saat ini banyak masyarakat yang malu menggunakan bahasa daerah Sikka dalam berkomunikasi di rumah mereka masing-masing.

“Saya heran sekali, banyak orag Maumere yang malu gunakan bahasa Sikka. Padahal bahasa Sikka ini merupakan bahasa daerah Kabupaten Sikka,” tandasnya.

Saat ini, kata dia, banyak orang tua yang tidak mengenalkan bahasa ibu-nya kepada anak-anaknya sehingga generasi muda tidak mengenal lagi bahasa Sikka dari kedua orang tuanya. Padahal, seharusnya, orang tua bisa mengenalkan bahasa Sikka atau bahasa ibu serta bahasa Indonesia kepada anak-anaknya.

“Bahasa daerah Sikka ini adalah sebuah berkah dari Tuhan. Kalau kita tidak pertahankan bahasa Sikka akan bisa punah di Kabupaten Sikka” tegas alumni PMKRI ini, Minggu (11/3/2018).

Ia juga menyayangkan sekolah-sekolah di Kabupaten Sikka, ada mata pelajaran muatan lokal, tetapi muatan lokalnya belajar bahasa Inggris, bukan belajar bahasa Sikka.

Victor Nekur menegaskan, bahasa Sikka kalau tidak dipertahankan bisa terancam punah. Ini membutuhkan keseriusan semua elelemen yang ada di Kabupaten Sikka untuk mencari jalan keluarnya agar bahasa daerah ini tetap dipertahankan.

Selain itu, dirinya juga meminta pemerintah terutama Pemerintah Desa agar luangkan waktu satu hari penggunaan bahasa Sikka dalam melakukan aktivitas apapun.

“Contoh saja, setiap Jumat di desa canangkan bahasa Sikka, jadi masyarakat atau masyarakat dari luar yang datang ke desa tersebut gunakan bahasa Sikka,” imbuhnya.

 

 
Penulis : Angga
Editor   : Erny

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

44 − = 41