tentara wanita korea utara. ©2018 Merdeka.com

 
MORAL-POLITIK.COM – Pilihan menjadi tentara wanita di Korea Utara tergolong cukup berat, berbeda dengan di Indonesia.

Merdeka.com melansir, Lee So Yeon (41) tak bisa melupakan beratnya bertugas di militer Korea Utara. Dia mengabdikan diri selama 10 tahun sebelum akhirnya membelot ke Korea Selatan.

Tentara wanita ditempatkan dalam barak-barak yang sedikitnya diisi 24 orang. Fasilitas untuk mereka sangat minim. Bau tak sedap langsung tercium jika memasuki ruangan sempit itu.

“Kasur-kasurnya diisi oleh sekam padi, bukan kapuk,” kata So Yeon dalam wawancara bersama BBC.

Tak ada juga fasilitas mandi yang layak bagi mereka. Air dari gunung langsung dialirkan lewat selang-selang karet. Tak ada juga air panas saat memasuki musim salju.

“Kadang ular dan kodok bahkan ikut masuk melalui selang itu,” katanya.

So Yeon mengaku masuk dinas militer sekitar tahun 1992 hingga 2001. Usianya saat itu 17 tahun. Dia terpanggil karena semangat patriotisme yang menggelora. Tapi diakuinya kebanyakan wanita bergabung dengan angkatan bersenjata agar bisa makan setiap hari.


Namun seiring memburuknya perekonomian, jatah makan para serdadu dikurangi. Tak ada bedanya kegiatan fisik dan latihan antara tentara wanita dan pria di militer Korut. Bobot tubuh para wanita ini turun drastis. Efeknya sampai mereka kehilangan jadwal menstruasi.

“Setelah enam bulan, banyak di antara kami yang tak mendapat tamu bulanan lagi. Kami malah bersyukur karena terbayang repotnya menghadapi menstruasi di tengah barak dengan kondisi seperti ini,” kata So Yeon.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

22 − = 15