Ilustrasi. (foto: jpnn.com)


MORAL-POLITIK.COM – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah mengembalikan 2 ribu data warga dari total 9 ribu yang telah melakukan perekaman e-KTP.

Data yang dikembalikan tersebut tidak bisa diproses karena ditemukan data ganda dalam server.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Kupang David Marts Mangi kepada wartawan di Kota Kupang, Kamis (1/3/2018) menuturkan, dari data hasil perekaman e-KTP yang telah dikirim ke Kemendagri, terdapat sebanyak 9 ribu data yang disinyalir merupakan data ganda.

“Data ganda tersebut kemudian dimasukan dalam data sampah di Kemendagri dalam hal ini, Dirjen Kependudukan untuk kemudian dilakukan verifikasi pemanunggalan. Dari hasil pemanunggalan data, ditemukan sebanyak 2 ribu data yang dinyatakan bersih, dan data tersebut dikirim kembali ke Dispendukcapil, agar bisa dilakukan pencetakan e-KTP,” tambahnya.

Data sebanyak 2 ribu tersebut, sebut dia, telah masuk kembali kedalam server dan akan segera dicetak KTP bagi warga yang telah melakukan perekaman.‎

‎David mengaku, pemanunggalan data oleh Kementerian bukan saja dilakukan bagi warga yang telah melakukan perekaman e-KTP tetapi jumlah penduduk Kota Kupang secara keseluruhan.

‎Menurutnya, berdasarkan data hasil kepengurusan adminduk jumlah penduduk Kota Kupang, sebanyak 530 ribu jiwa lebih. Namun data yang terakhir dikeluarkan oleh pihak Kemendagri untuk dijadikan final menuju Pilkada serentak tahun 2018, maupun data menuju pemilu legislatif tahun 2019, jumlah penduduk Kota Kupang sebanyak 438.005 jiwa.

“Jumlah data yang dirilis kementerian merupakan data hasil verifikasi, sehingga masih terdapat 90 ribu data kependudukan yang dimasukan kedalam data sampah. Namun data tersebut tidak dibuang, tetapi masih dilakukan pemanggulan data, karena ada pendobelan data,” pungkas dia.

 

Penulis : Nyongki
Editor   : Erny

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

98 − = 93