Foto: Kupang.tribunnews.com

MORAL-POLITIK.COM – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kupang, Ari Wijana mengaku rencana pemerintah Kota Kupang memberikan jaminan kesehatan (BPJS) bagi warga miskin, masih mengalami hambatan.

Hal ini disebabkan pihak dinkes belum mendapatkan data secara keseluruhan calon penerima bantuan tersebut.

“Kami masih menunggu data verifikasi warga miskin dari Dinas Sosial (Dinsos) Kota Kupang. Proses verifikasi warga miskin sebagai penerima kartu jaminan kesehatan dilakukan oleh Dinas Sosial,” kata Ari Wijana kepada wartawan di Kota Kupang, Selasa (20/3/2018) siang.

Ari mengatakan, sesuai informasi yang didapat, dari 51 kelurahan yang ada, baru 28 kelurahan yang sudah selesai memasukan data warga miskin penerima bantuan.

Selain itu, kata dia, pemerintah kota juga masih menunggu hasil kredensial (prosea evaluasi) antara BPJS dan RS Siloam. Karena selama tiga bulan adanya pemutusan kerjasama, maka sekarang lagi dilakukan pengecekan ulang apa sudah memenuhi syarat dalam mengajukan kerjasama kembali antara BPJS dan RS Siloam atau tidak.

Untuk itu, menurutnya, jika hal tersebut sudah selesai, pihaknya akan mendorong untuk diintegrasikan warga miskin. Karena bagaimana pun, lanjut Ari, sudah ada edaran dari Kemendagri bahwa kedepannya yang ditanggung oleh negara adalah orang miskin baik melalui APBN maupun APBD.

Oleh karena itu, harap Ari, proses verifikasi dapat dipercepat terutama di tingkat kelurahan agar benar-benar data warga miskin adalah data yang ril.

“Kami berharap proses verifikasi dapat dipercepat, karena secara anggaran sudah siap yakni melalui kode rekening yang ada di dinas sebesar Rp 8 milliar yang nantinya akan dipakai untuk BPJS, pelayanan e-KTP dan Jamkesda. Sehingga jika kurang maka dapat ajukan tambahan anggarannya di perubahan nantinya,” jelas Ari.

Ari mengaku, pada tahun 2017 anggaran yang dipakai untuk kegiatan pelayanan kesehatan bagi warga miskin sebesar Rp 18 milliar, sedangkan anggaran yang ada baru Rp 8 milliar. Padahal saat ini Silpa yang dimiliki Rp 4 milliar, maka jika anggarannya kurang dapat diminta tambah.

 

Penulis : Nyongki
Editor   : Erny

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

− 2 = 5