Ilustrasi dokter cantik. (foto: tribunnews.com)

MORAL-POLITIK.COM – Sebanyak 57 Pegawai Tidak Tetap ‎(PTT) di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang mengundurkan diri, terutama tenaga dokter dan perawat.

Pihak Komisi IV DPRD Kota Kupang berharap Pemkot Kupang dapat mengupayakan kembali merekrut tenaga dokter dan perawat pengganti, dan sangat diharapkan pemerintah tidak lagi merekrut PTT untuk mengabdi pada dinas, badan, dan bagian di setda.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Kupang Livingstone Ratu Kadja, kepada wartawan di Gedung DPRD Kota Kupang, Selasa (20/3/2018) mengatakan, pada sidang APBD murni tahun 2018, pemerintah dan DPRD sudah menyepakati untuk dianggarkan anggaran untuk membiayai sebanyak 1.672 PTT. Namun dalam perjalanan, banyak tenaga dokter dan perawat yang mengundurkan diri, sehingga harus diupayakan penggantinya.

“Kalau berbicara tenaga kesehatan, khususnya dokter dan perawat, kita masih kekurangan tenaga. Untuk itu, pemerintah harus mencari pengganti untuk pengisian kuota secara tepat, dan harus diisi dengan tenaga medis,” katanya.

Ia mengaku, tenaga medis sangat dibutuhkan, karena pada tahun 2018 ini ada penambahan puskesmas. Selain itu, jika RSUD rampung dikerjakan dengan kapasitas penampungan yang dinaikan, tentu butuh tenaga medis yang sangat banyak pula.

“Jadi kami hanya minta pemerintah untuk prioritaskan tenaga medis. Jangan sampai dengan bertambahnya puskesmas, dan rumah sakit S.K. Lerik, kapasitas penampungannya semakin besar, kita malah kekurangan tenaga medis,” pungkas dia.

 

Penulis : Nyongki
Editor   : Erny

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

− 6 = 2