Adrianus Talli. (foto: nyongki/moral-politik.com)

MORAL-POLITIK.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang dinilai melakukan pembiaran pembangunan gedung besar tanpa Ijin Mendirikan Bangunan (IMB).

Tindakan pembiaran yang dilakukan oleh Pemkot Kupang tersebut meruncing pendapat dan menyebabkan DPRD Kota Kupang geram.

Pasalnya pembiaran ini bukan baru pertama kali dilakukan, tetapi sudah berulang-ulang kali. Kondisi ini membuat DPRD menghimbau kepada masyarakat Kota Kupang, agar jangan mau mengurus IMB ketika membangun sehingga ada keadilan.

“Selama ini, kalau ada warga membangun tanpa IMB, Pol PP selalu bertindak tegas. Bahkan tindakan Pol PP sangat cepat dan tegas. Akan tetapi kalau bangunan besar milik pemerintah atau pengusaha yang kaya raya, sepertinya reaksi pemerintah sangat lambat. Bahkan sudah diberitahu oleh DPRD maupun pemberitaan media, mereka selalu diam. Terkadang mereka bersikap seperti pemilik bangunan yang menyebut bangunan itu proses ijinnya sementara diurus,” kesal Talli kepada wartawan di Kota Kupang, Senin (12/3/2018) siang.

Talli mengaku sangat heran dengan dinas yang punya kewenangan terhadap IMB. Seperti Dinas Perijinan Satu Atap, Dinas PUPR, dan Sat Pol PP selaku penegak Perda di Kota Kupang.

Ketiga dinas itu, kata dia, sepertinya adem ayem saja ketika banguna megah berdiri di tengah Kota Kupang tanpa ada IMB.

“Bukan cuma IMB saja. Ada bangunan yang melanggar Perda mengenai tata ruang, tapi tetap saja mereka membangun, dan dinas-dinas yang punya kewenangan seperti membiarka. Bahkan ada bagunan yang melanggar aturan tapi mereka mendapat ijin dari dinas-dinas tersebut. Dengan kondisi seperti ini, kami menduga bahwa dinas-dinas itu sepertinya dibayar oleh para pemilik bangunan,” tegas dia.

Kenapa saya bilang begitu, tambahnya, karena hal-hal yang melanggar aturan sama sekali tidak ada tindakan, seringkali banyak dalih pemerintah bahwa jangan menghambat investasi, tapi bukan seperti ini caranya.

“Kalau investasi hanya untuk kepentingan mereka dan merusak tatanan di Kota Kupang, sebaiknya tidak usah menerima investor seperti itu,” pungkas dia.

 

 

Penulis : Nyongki
Editor   : Erny

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

79 − 70 =