Foto: Angga/Moral-politik.com

MORAL-POLITIK.COM – Peribahasa klasik: “Kebersihan pangkal kesehatan” tak berlaku bagi Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (F-PDIP) Kabupaten Sikka.

Hasil pantauan Moral-politik.com selama beberapa hari, terutama hari ini Selasa (27/3/2018) ruangan F-PDIP DPRD Kabupaten Sikka terlihat jorok dan tak terurus sama sekali.

Muncul pertanyaan dalam hati, apakah sekian lama mereka berapat fraksi dalam keadaan seperti ini?

Kotoran berhamburan di bawah lantai dan debu yang menebal, belum lagi dengan sampah yang berserakan di lantai, serta aroma amis bak sedang berada di pasar ikan saja.

Lebih parah lagi, dalam ruangan tersebut ada burung mati yang tergeletak di bawah lantai. Ada sekitar lima burung yang mati dalam ruangan itu.

Ketika media coba untuk masuk dalam ruangan itu tak bisa karena dalam keadaan terkunci.

“Bagaimana pula mereka bisa mengurusi rakyat jika ruang kerja saja dibiarkan kotor,” kataku dalam hati.

Sedangkan ruangan fraksi dari partai lain terlihat bersih dibandingkan dengan ruangan F-PDIP yang memiliki tiga kursi di DPRD Kabupaten Sikka ini.

Salah sati pegawai sekretariat DPRD Kabupaten Sikka, Markus Welung saat dikonfirmasi media mengatakan, yang bertugas membersihkan ruang fraksi partai adalah staf ahli dari fraksi tersebut.

Ia menuturkan lagi, yang membersihkan ruangan fraksi tersebut adalah staf ahli fraksi karena ada MoU-nya dengan kita. Dirinya juga tidak tahu alasan apa sehingga ruangan tidak dibersihkan.

“Tugas bersihkan ruangan tersebut adalah staf ahlinya!” tukasnya, lemas.

 

 

Penulis : Angga
Editor   : Athen

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

4 + 5 =