Maritje Pattiwaellapia. (foto: ambuga/moral-politik.com)

 

MORAL-POLITIK.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menegaskan, NTT mengalami deflasi 0,15 pesen pada bulan Februari 2018.

“Kita mencatat pada bulan Februari 2018 ini NTT mengalami deflasi sebesar 0,15 persen,” kata kepala BPS Provinsi NTT Maritje Pattiwaellapia sewaktu menggelar rilis pers di kantor BPS NTT, Jl. R. Suprapto No. 5, Kota Kupang, NTT.

Ia mengatakan, ada beberapa kelompok pengeluaran yang memiliki andil cukup besar dalam pencapaian deflasi 0,15 persen ini.

“Banyak kelompok pengeluaran yang membentuk deflasi ini. Ada kelompok bahan makanan, perumahan, air, listrik, sandang, kesehatan, pendidikan, rekreasi dan olahraga. Namun ada dua kelompok pengeluaran yang memiliki andil besar, yaitu kelompok bahan makanan dan transportasi,” katanya.

Ia mengakui, dua kelompok ini saja andilnya cukup besar untuk deflasi NTT.

“Walau andil kelompok bahan makanan cukup besar yaitu -0,02 persen, namun andil kelompok transportasi lebih besar lagi yaitu -1,61 persen,” jelasnya.

Untuk kelompok transportasi, Maritjje mengatakan ada kecendrungan orang-orang menahan diri untuk bepergian selama bulan Februari 2018.

“Untuk pengguna angkutan udara bulan Februari ini mulai sepi. Walaupun ada Hari Raya Imlek. Mereka menahan diri untuk bepergian. Orang mulai kurangi bepergian sehingga harga tiket juga alami penurunan harga sehingga deflasi 1,61 persen,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

74 − 68 =