Gubernur NTT, Frans Lebu Raya. (Foto: V.J. Boekan/Moral-politik.com)

MORAL-POLITIK.COM – Indeks Pembangunan Manusia (IMP) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bertambah.

Terhitung dari tahun 2013 sampai tahun 2016, IPM Provinsi NTT naik dari 61,68 persen menjadi 63,13 persen.

Hal ini dikatakan Gubernur NTT Frans Lebu Raya (FLR) dalam sambutan yang dibacakan oleh Staf Ahli Gubernur NTT Bidang Politik dan Pemerintahan, Vincentius Jeskial Boekan dalam acara pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) RKPD Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) Tahun 2018 di Kantor Bupati TTS, Soe, Jumat (23/3/2018) Pkl. 10.00 WITA.

“Peningkatan pembangunan pendidikan, kesehatan dan ekonomi meningkatkan IPM dari 61,68 tahun 2013 menjadi 63,13 tahun 2016,” kata FLR.

Tentu ada data-data pendukung perkembangan IPM tersebut. FLR mengatakan ada pencapaian dalam bidang-bidang strategis.

“Jangkauan pelayanan pendidikan dan kualitas semakin baik sehingga angka melek huruf mencapai 91,52 persen, angka partisipasi sekolah (APS) tingkat SD dan SMP di atas 96 persen, dan tingkat kelulusan semua jenjang pendidikan mencapai 100 persen,” jelasnya.

Dalam bidang kesehatan, lanjut FLR, terjadi pemerataan pelayanan dan peningkatan kualitas pelayanan.

“Pelayanan kesehatan makin merata dan meningkat kualitasnya sehingga kasus kematian ibu dan bayi baru lahir makin menurun. Pada tahun 2016 terdapat 135.048 bayi lahir hidup dan bayi lahir mati 1.449. Kasus gizi buruk juga menurun dari 3.357 kasus tahun 2015 menjadi 3.026 kasus tahun 2016,” paparnya.

“Pertumbuhan ekonomi pun sejak tahun 2014 tumbuh di atas nasional, untuk tahun 2017 tumbuh menjadi 5,16 persen di atas nasional yang tumbuh 5,07 persen,” imbuhnya.

Pembangunan infrastruktur

FLR menegaskan, pembangunan infrastruktur di provinsi NTT juga terus meningkat.

“Pembangunan infrastruktur transportasi, perhubungan, sumberdaya daya air dan listrik meningkat sehingga mendukung pelayanan sosial dasar dan kegiatsn ekonomi masyarakat,” tuturnya.

Meningkatnya dukungan transportasi ini, sambung Vincentius, memicu jumlah kunjungan wisatawan dari 425.440 orang dalam tahun 2013 menjadi hampir mencapai 1 juta tahun 2017 dengan rata-rata tinggal meningkat dari dua hari menjadi tiga hari.

“Pariwisata akan terus berkembang dengan ditetapkannya NTT sebagai destinasi utama Nasional dan Labuan Bajo menjadi salah satu dari 10 kawasan Strategis Pariwisata Nasional,” tambahnya.

“Untuk mendukung pengembangan pelayanan sosial dasar dan percepatan ekonomi, maka pelayanan air bersih, elektrifikasi dan sanitasi terus meningkat sehingga mendukung perbaikan kualitas masyarakat,” tutupnya.

 

Penulis : Ambuga
Editor   : Erny

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

78 − = 72