Oktovianus A. Aha

 

Oleh: Oktovianus A. Aha

MORAL-POLITIK.COM – Pesta demokrasi beberapa saat lagi akan berlangsung di Nian Tana Sikka.

Perhelatan tersebut akan berlangsung bulan juni mendatang. kehadiran momen terbesar ini disambut secara positif oleh masyrakat sikka.

Sesunggunya Sikka sedang mencari pemimpin yang bisa menjawabi kebutuhan masyarakat Sikka. Pertarungan kali ini akan menentukan Sikka untuk 5 tahun yang akan datang. Untuk itu sikka sangat memerlukan pemimpin yang bisa membawa sikka lebih maju lagi. Program dan janji-janji manis para calon kembali diumbar untuk menarik perhatian masyarakat.

Dinamika politik yang dimainkan banyak menebar isu-isu hangat menyelimuti atmosfer politik sikka demi memenangkan suatu calon tertentu. Salah satu isu hangat yang sedang dimainkan terkait kampus UNIPA, mulai dari PENEGRIAN, STATUS, POLITISASI sampai pada AUDIT KEUANGAN. Isu mengenai unipa kembali di angkat akhir-akhir ini bagai derasnya hujan yang enggan untuk berhenti. Sebagai Lembaga pendidikan Universitas Nusa Nipa Maumere sudah 12 tahun bertjalan telah menghasilkan sejumlah sarjana yang bermutu dan terserap di dunia kerja.

UNIPA milik masyarakat Sikka, bukan milik perseorangan. Mahasiswa juga termasuk masyarakat maka kampus unipa itu milik masyarakat Sikka. Terkait isu politisasi UNIPA pasal 86 UU nomor 8 tahun 2012 tentang pemilu. Dimana dalam ketentuan tersebut larangan kampanye di sejumlah tempat misalnya di tempat pendidikan, dalam hal ini kampus. Kampus harus menjadi tempat yang menjaga NETRALITAS dalam moment pilkada. Dalam sebuah universitas tidak diperkenankan adanya sosialisasi dan pemaparan VISI MISI, tindakan tersebut sama saja diartikan dengan kampanye yang melekat dengan politik praktis.

Indikasi-indikasi isu politisasi UNIPA merupakan permainan yg dikemas segelintir orang untuk mendapatkan suara dari pemilih pemula. Pemilih pemula terbesar ada dalam pihak kampus. Mahasiswa adalah kaum intelektual, biarkan mahasiswa sebagai civitas akademika tetap menjunjung tinggi TRI DHARMA PERGURUAN TINGGI yang menjadi semangat suatu intstitut perguruan tinggi.

Melihat dan mengamati dinamika yang sedang bergulir, muncul kepedulian dari kaum muda terkait POLITISASI UNIPA. Pemuda yang tergabung dalam FORUM PEMUDA PEDULI UNIPA mengecam upaya-upaya segelintir orang yang memanfaatkan moment pilkada utnuk kepentingan pribadi.

Forum pemuda peduli unipa jg mengajak dan menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat sikka untuk tidak terpengaruh dalam isu politisasi ini, karna akan berdampak pada minat adik-adik yang ingin mengenyam pendidikan di UNIVERSITAS NUSA NIPA.

Terkait audit keuangan unipa FORUM PEMUDA PEDULI UNIPA berharap adanya keterbukaan dari pihak yayasan dan rektorat unipa untuk segera mempublikasikan hasil AUDIT pada papan yayasan dan media sosial yang telah di atur UU nomor 28 tahun 2004.

Isu penegrian unipa yang sejak tahun 2014 sampai saat ini adalah harapan seluruh masyarakat sikka. Sudah sejauh mana terkait penegrian Unipa? Selau disandingkan dengan moratorium. Harapan masyarakat Sikka agar isu penegrian unipa bukan isu belaka yang dimainkan para demagogis.

3 point tuntutan/solusi:

Para politisi
Melihat pada masalah pendidikan sebagai masalah bersama dan kerja sama membangun pendidikan di kabupaten sikka yang lebih baik maju.

Mahasiswa UNIPA
Tingkat kepedulian dari mahasiswa unipa terhadap masalah-masalah yang di hadapi. Jadilah mahasiswa yang kritis dan menjunjung tinggi TRI DHARMA PERGURUAN TINGGI.

Unipa
Adanya keterbukaan dari pihak unipa sendiri untuk berbicara dan mengklarifikasi terhadap isu-isu yang sedang berkembang.

 

*) Penulis adalah Mahasiswa UNIPA Maumere, ketua Forum Pemuda Peduli UNIPA.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

54 + = 55