Gregor Neunbau (kiri). foto: v.j.boekan/moral-politik.com

 
MORAL-POLITIK.COM – Kemiskinan yang dialami masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) belum juga menurun secara nasional.

Rilis terakhir yang dikeluarkan BPS provinsi NTT menempatkan NTT pada posisi ke-tiga termiskin dari 34 provinsi di negara kepulauan ini.

Pater Gregor Neonbasu, seorang Antropolog asal NTT mengatakan, masyarakat NTT sebenarnya tidak miskin seperti yang diyakini banyak orang.

“Masyarakat NTT tidak miskin,” katanya kepada Moral-politik.com di Kota Kupang, Selasa (6/3/2018).

Menurutnya, ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian khusus, terkhusus istilah ‘miskin’ ini.

“Konsep tentang kemiskinan mungkin perlu di-review. Dalam arti, kata kemiskinan selalu dikaitkan dengan ungkapan kesejahteraan,” terangnya.

Kesejahteraan dalam konteks bangsa Indonesia, jelasnya, berarti makan makanan yang sehat, yaitu nasi, sayur dan lauk pauk.

“Masyarakat NTT memang mengandalkan nasi (beras) sebagai makanannya. Namun perlu diingat, masyarakat NTT memiliki makanan lokal,” jelasnya.

Persoalan selama ini, sambungnya, pemerintah pusat selalu menilai kemiskinan berdasarkan konsumsi masyarakat akan beras atau nasi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

6 + 4 =