Jefri Riwu Kore dan Hermanus Man. (Foto: Nyongki/Moral-politik.com)

MORAL-POLITIK.COM – Semua usulan di Musrembang akan diseleksi, kemudian dicocokan dengan komitmen politis antara Pemerintah Daerah dan DPRD Kota Kupang.

Wakil Walikota Kupang Hermanus Man (Herman) mengatakan, dari aspek komitmen politis, sejauh ini belum ada persolan. Sebab baik pemerintah maupun DPRD telah menjaring usulan itu melalui kegiatan reses.

Dikatakan Herman, sebagian besar usulan masyarakat, baik pada saat Musrenbang ataupun pada saat reses Anggota DPRD adalah Infrastruktur. Sehingga untuk tahun 2019, fokus pemerintah di bagian infrastruktur.

“Bahwa ada kegiatan lain, tapi bukan menjadi prioritas, yang menjadi prioritas adalah infrastruktur,” kata Herman saat membuka Musrembang di Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Selasa (20/3/2018).

Menurut Herma, salah satu point penting yang harus menjadi sentral perencanaan pembangunan di Musrembang adalah manusia.

“Dari 852 usulan di Musrembang ini, saya yakin pusat orientasinya pada manusia. Kalau tidak, maka yakin, mungkin semuanya akan dicoret di pusat,” ujarnya.

Khusus untuk Maulafa, kata dia, karena merupakan daerah perbatasan dengan Kabupaten Kupang, maka kalau mengikuti tren pembangunan nasional yang memulai pembangunan dari pinggir, tentu adanya kesamaan ide dan filosofi.

“Maka sesuai Nawacita, kita akan membangun dari pinggir kota, dan Maulafa merupakan kecamatan yang harus terlebih dahulu dibangun,” ujarnya.

Dari pemanfatan tanah, katanya, 30 persen warga Maulafa memanfaatkannya untuk pertanian dan 70 persen pemukiman. Ini yang menjadi terbesar di Kota Kupang.

“Artinya, kalau program-program kita yang bersentuhan dengan pertanian dan peternakan bahakan dengan ketahanan pangan, maka itu harus disalurkan ke Kecamatan Maulafa,” ujarnya.

Selain itu, Herman juga menyarankan agar di Kecamatan Maulafa dibangun sumur resapan. Paling tidak, 5 persen dari rumah itu harus dibuat daerah yang bebas diresapi air.

“Sumur resapan ini penting, kalau kita ingin untuk dapat air yang banyak,” ujarnya.

Lodwyk Djungu Lape

Sementara Camat Maulafa, Lodwyk Djungu Lape dalam laporannya mengatakan, pelaksanaan Musrembang Maulafa merupakan tindak lanjut dari Musrembang yang telah dilaksanakan di 9 kelurahan.

Berdasarkan hasil Musrembang itu, katanya, telah terjaring berbagai aspirasi kebutuhan masyarakat yang telah dirumuskan dalam usaha skala prioritas sebanyak 825 usulan yang sifatnya mendesak, yang akan dilaksankan untuk disinergikan dengan program-program yang ada pada sektor OPD, untuk selanjutnya dilaksankan Musrembang pada tingkat Kota.

Dijelaskannnya, potensi terbesar di Kecamatan Maulafa dalah pertanian, pengembangan padi sawah dan ladang dengan luasan lahan sawah irigasi setengah teknis 151 ha berada di 4 wilayah kelurahan, luasan sawah tadah hujan seluas 53 ha berada di 4 wilayah kelurahan.

“Ada juga pengembangan holtikultura, seperti jagung dan palawija dengan potensi seluas 429 ha,” sebutnya.

Bidang peternakan, lanjutnya, didominasi ternak unggas, ada juga ternak kambing, babi dan sapi. Jumlah kelompok tani 79 dan gapoktan sebanyak 7 dengan jumlah penduduk yang berprofesi petani sebanyak 4.907, dan 1929 yang tergabung dalam poktan.

 
Penulis : Nyongki
Editor   : Erny

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

32 − 25 =