Megan Barry (Metro Nashville Police Department/Handout via REUTERS)

 

 

MORAL-POLITIK.COM –  Keputusan untuk mundur dari jabatan hanya terjadi di negara-negara yang demokrasinya telah maju.

Seperti terjadi di Amerika Serikat, lansir Detik.com bahwa Walikota Nashville, Megan Barry, di Tennessee, Amerika Serikat (AS), mengundurkan diri setelah terungkap pernah berselingkuh dengan salah satu pengawalnya. Pejabat wanita ini juga mengaku bersalah telah memberikan upah berlebih untuk pengawalnya itu.

Seperti dilansir AFP, Rabu (7/3/2018), Barry (54) dari Partai Demokrat yang menjabat Walikota Nashville dari tahun 2015 ini telah mengakui pada Januari lalu, bahwa dirinya menjalin hubungan asmara terlarang dengan kepala pengawalnya, Robert Forrest, selama dua tahun. Keduanya sama-sama sudah menikah saat menjalin hubungan ini.

Forrest yang juga personel kepolisian setempat telah mengundurkan diri dari korpsnya. Namun saat itu Barry bersikeras menegaskan tidak ada pelanggaran profesional yang dilakukannya dan menyatakan dia tidak akan mundur.

“Ini adalah hubungan konsensual antara dua orang paruh baya yang saling memiliki perasaan satu sama lain,” ucap Barry pada Januari lalu. Ditegaskan Barry saat itu, hubungannya dengan Forrest telah berakhir dan kini keduanya berupaya menjalani kehidupan masing-masing.

Barry berjuang keras mempertahankan karier politiknya sejak mengakui perselingkuhan itu. Dia juga diselidiki atas dugaan pencurian uang pemerintah kota Nashville terkait perselingkuhannya itu. Pekan ini, Barry mengundurkan diri.

“Waktu saya sebagai Wali Kota Anda hari ini telah berakhir,” ucap Barry yang mencetak sejarah sebagai wanita pertama yang menjabat Wali Kota Nashville ini, dalam konferensi pers singkat pada Selasa (6/3) waktu setempat.

“Telah menjadi kehormatan bagi saya dan menjadi keistimewaan bagi semua kehidupan profesional saya untuk mendapatkan restu dan kesempatan menjadi Wali Kota Anda,” imbuhnya. Barry sempat dipandang sebagai jagoan Demokrat di Tennessee sebelum skandal perselingkuhannya terbongkar.

Terkait kasus pidana pencurian properti yang menjeratnya sebagai buntut perselingkuhan ini, Barry telah mengaku bersalah. Dia didakwa sengaja menaikkan upah lembur Forrest selama keduanya menjalin hubungan, khususnya saat keduanya melakukan kunjungan resmi bersama-sama.

Dokumen Kepolisian Metro Nashville menyebut upah lembur Forrest naik dua kali lipat dari tahun anggaran 2014-2015 hingga 2016-2017. Saat masih menjadi kepala keamanan Wali Kota Nashville, Forrest selalu mendampingi Barry. Peningkatan upah lembur itu diambil dari anggaran pemerintah kota Nashville. Dalam sidang, jaksa menyebut Barry telah membuat ‘anggaran pemerintah kota digunakan secara tidak sah pada Robert Forrest’.

Di persidangan, Barry mengaku bersalah atas dakwaan kejahatan pencurian properti lebih dari US$ 10 ribu. Dia sepakat membayar ganti rugi US$ 11 ribu dan bersedia dihukum tiga tahun percobaan. Saat hakim bertanya apakah seluruh tuduhan terhadapnya itu benar, Barry menjawab: “Iya, pak.”

Selingkuhan Barry, Forrest juga mengaku bersalah atas dakwaan yang sama dan menerima hukuman tiga tahun percobaan. Seperti dikutip BBC, Forrest juga bersedia membayar ganti rugi US$ 45 ribu kepada pemerintah kota Nashville.

 

 

Penulis   : Novi Christiastuti
Editor    : Ita, Erny
Sumber : Detik.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

− 3 = 6