Jefri Riwu Kore. (Foto: Grup Facebook Jefri Riwu Kore)

MORAL-POLITIK.COM – Walikota Kupang Jefri Riwu Kore berjanji akan menindak tegas dan melapor ke polisi jika ada oknum yang mengaku tim sukses dan mengitimidasi PTT.

Intimidasi yang dilakukan oknum-oknum tersebut adalah diberhetikan sebagai PTT. Hal ini dilakukan Jefri mengingat ada banyak laporan dari tenaga PTT yang mengaku diintimidasi oleh oknum-oknum tertentu jika mau kontrak kerja mereka diperpanjang.

“Jika ketahuan saya akan bertindak tegas dengan melaporkan mereka ke pihak yang berwajib. Tidak ada rasionalisasi PTT. Memang ada sebanyak 50 lebih PTT yang tidak lagi diperpanjang masa baktinya. Akan tetapi mereka bukan dirasionalkan, tetapi mereka yang memilih untuk mengundurkan diri,” kata Jefri kepada wartawan di Kota Kupang, Selasa (21/3/2018).

Rasionalisasi, sebut dia, hanya isu yang dihembuskan oleh beberapa oknum. Tapi yang sebenarnya pemerintah tidak lagi melakukan rasionalisasi, sebab berdasarkan‎ evaluasi dari masing-masing OPD terhadap kinerja PTT, hampir semua PTT menunjukan kinerja yang sangat baik, dan dipastikan tidak ada rasionalisasi bagi PTT.

“Kami tidak ‎mungkin asal melakukan rasionalisasi karena alasan ini itu. Evaluasi sudah berakhir dan tidak ada rasionalisasi PTT. Apalagi anggaran sudah ditetapkan sesuai jumlah PTT. Kami tidak mungkin mengganti mereka sebab menyangkut nasib mereka. Yang kami harapkan mereka dapat bekerja sebaik mungkin untuk kemajuan Kota Kupang,” tambah dia.

Sebelumnya sempat diberitakan, isu wacana rasionalisasi tenaga PTT di lingkup Pemerintah Kota Kupang belum lama ini, ternyata dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu yang mengaku tim sukses untuk mencari keuntungan. Para oknum-oknum itu mendatangi para PTT dan mengancam akan diberhentikan. Mereka umumnya masuk keluar rumah para PTT dan bertindak sebagai penyelamat. Upaya mereka sepertinya ingin mengambil keuntungan dari kegalauan para PTT yang takut diberhentikan. Terhadap masalah itu, banyak pengaduan masuk ke DPRD Kota Kupang.

Menyikapi pengaduan tersebut, Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Kota Kupang, Livingstone Ratu Kadja meminta para PTT jangan terpengaruh dengan ulah oknum-oknum yang mengancam mereka, sebab pemerintah tidak akan melakukan rasionalisasi PTT. Rasionalisasi hanya akan dilakukan pada 57 orang yang berdasarkan evaluasi pemerintah.

“Memang ada 57 PTT yang dirasionalisasi berdasarkan data yang dimasukan. Hanya saja yang dirasionalisasi bukan PTT aktif yang diberhentikan, tetapi para dokter yang telah mengundurkan sebagai PTT dilingkup pemkot Kupang,” kata Livingstone Ratu Kadja.

Ratu Kadja $engaku, terkait adanya laporan masyarakat, bahwa ada oknum yang masuk rumah ke rumah yang berlaku sebagai malaikat penyelamat terhadap nasib Pegawai Tidak Tetap (PTT), harus ditelusuri pemerintah agar tidak meresahkan para PTT. Apalagi kalau mereka mencari keuntungan dengan menakut-nakuti para PTT. Untuk itu pemerintah diminta menelusuri siapa-siapa saja yang memainkan peran itu agar bisa dilaporkan ke pihak yang berwajib.

‎Pada kesempatan itu, Livingstone juga meminta kepada para PTT untuk tidak percaya terhadap ancaman dari para oknum-oknum yang mengancam akan ada rasionilasis PTT, sebab pemerintah dan DPRD telah menyepakati anggaran untuk para PTT yang berjumlah 1672, dan tidak ada rasionalisasi seperti yang mereka sampaikan.

“Semuanya sudah selesai di bahas bersama DPRD dan pemerintah kota dalam paripurna yang didalamnya termasuk anggarannya untuk 1672 PTT. Jadi tidak ada rasionalisasi. Kalau ada oknum-oknum yang mengancam segera dilaporkan,” katanya.

 

Penulis : Nyongki
Editor   : Erny

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

1 + 1 =