Ilustrasi pasangan bertengkar. shutterstock.com

MORAL-POLITIK.COM – Istilah pelakor atau perebut hati orang sedang marak-maraknya dipercakapkan.

Dilansir Tempo.co, isu pelakor alias ‘perebut laki orang’ akhir-akhir ini kembali menjadi perbicangan publik. Salah satu yang heboh adalah video Bu Dendy melakukan saweran uang untuk wanita yang diduga merebut suaminya.

Hal ini mengubah tren melabrak pelakor dari jambak-jambakan hingga mempermalukan orang dengan cara melemparinya uang. Apakah ini cara terbaik membuat para pelakor jera?

Perasaan kecewa dan hancur pasti dialami mereka yang dikhianati pasangannya. Tindakan Bu Dendy melabrak wanita yang diduga merebut suaminya itu didukung banyak warganet karena dianggap dapat memberi ‘pelajaran’.

Namun psikolog dari Pusat Informasi dan Rumah Konsultasi Tiga Generasi, Anna Margaretha Dauhan mengatakan bahwa tindakan seperti itu belum tentu dapat membuat pelaku selingkuh jera.

“Bersikap agresif kepada orang ketiga bisa saja membuat dia jera, tetapi belum tentu dapat mengubah kebiasaan pasangan kita berselingkuh. Masih ada kemungkinan hal yang sama (perselingkuhan) terjadi lagi di masa mendatang baik dengan orang yang sama atau berbeda,” ujar Anna.

Melabrak Bisa Bikin Orang Ketiga Jera, Tapi Bagaimana dengan Pasangan Anda? (Depositphotos)

Sedangkan psikolog sekaligus konsultan hubungan dari Rapport Relationship, Dr. Jennifer Rhodes mengatakan bahwa bertindak secara impulsif atau meledak-ledak memiliki risiko yang dapat merugikan Anda.

“Kebanyakan orang bertindak impulsif. Padahal kemarahan belum tentu menyelesaikan masalah. Terlebih jika kecurigaan Anda belum mempunyai dasar yang kuat. Pikirkan kembali langkah yang harus Anda tempuh. Jangan sampai kemarahan Anda membuat segalanya menjadi hancur total,” ujarnya.

 

Penulis   : Tabloid Bintang
Editor     : Yunia Pratiwi
Sumber  : Tempo.co

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

40 − = 38