Prof. DR. Ir. Fredrik Benu, M.Si., Ph.D. (foto: ambuga/moral-politik.com)

 

MORAL-POLITIK.COM – Kasus ancaman pengeboman “Mall Kupang” (Baca: Transmart Kupang) yang dilakukan seorang mahasiswa Undana harus dipertanggungjawabkan oleh yang bersangkutan.

Hal tersebut dikatakan Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang Prof. DR. Ir. Fredrik Benu, M.Si., Ph.D ketika dihubungi moral-politik.com melalui sambungan telepon seluler, Selasa (6/3/2018) Pkl. 19.00 WITA.

“Dia bertindak secara pribadi. Tidak membawa nama lembaga. Jadi dia mesti mempertanggungjawabkan perbuatannya secara pribadi. Dia sudah di atas 17 tahun, jadi pasti bisa bertanggungjawab atas perbuatannya sendiri,” kata Fredrik tegas.

Fredrik mengakui, dirinya tidak begitu tahu seperti apa tepatnya bahasa ancaman yang digunakan mahasiswa Fakultas Peternakan itu.

Tapi, lanjutnya, kalau ada hukuman yang diberikan padanya, pasti ada kebijakan yang akan diambil pihak kampus.

“Kalau nanti ada tindakan hukum, pasti ada kebijakan yang akan kami ambil. Karena kalau dapat hukuman, pasti ada konsekuensi yang terjadi,” jelasnya.

Kebijakan ini bisa berupa sangsi yang harus diberikan pihak kampus.

“Sangsinya tergantung dari hukumannya. Kalau hukuman biasa, yang memungkinkan dia bisa ikut perkuliahan, dia boleh ikut kuliah. Tapi kalau hukuman yang mengakibatkan dia tidak bisa mengikuti perkuliahan, akan dipikirkan kebijakan selanjutnya. Karena dalam satu semester jumlah tatap muka harus 80 persen dari 16 kali tatap muka. Belum lagi tugas-tugas yang diberikan,” katanya menerangkan.

Berdasarkan kasus ini, Fredrik menghimbau kepada semua mahasiswa agar menggunakan media sosial (medsos) untuk hal-hal positif.

“Pakailah medsos sesuai kebutuhan, untuk menunjang proses belajar. Pakailah medsos untuk hal-hal yang baik. Gunakan untuk kepentingan studi,” himbaunya.

 

 

Penulis : Ambuga
Editor  : Erny

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

28 − 25 =