foto: id-portal-berita.blogspot.co.id

 

 

MORAL-POLITIK.COM – Partai Komunis Indonesia (PKI) telah bubar, akan tetapi antek-anteknya masih hidup.

Melansir Id-portal-berita.blogspot.co.id, Ribka Tjiptaning mungkin segelintir anak anggota Partai Komunis Indonesia yang berani bicara secara blak-blakan, bahkan mengaku bangga.

Bukan cuma terbuka dalam berbagai kesempatan, wanita yang akrab disapa Ning ini juga sempat menulis buku “Aku Bangga jadi Anak PKI”. Langkah yang sering disebut gila oleh para teman-temannya sesama anak korban Gerakan 30 September (G30S).

Menurut Ning, tak ada yang patut ditutup-tutupi soal dirinya. Dua orang tuanya memang sosok yang sangat pantas untuk dibanggakan.

“Bapak itu figur yang baik, prinsip hidupnya di dunia ini hanya ada dua ajaran yakni baik dan buruk sehingga tak ada perbedaan kelas,” kata Ning saat ditemui CNN Indonesia di ruang kerjanya di Kompleks DPR. Sementara sang ibu menurut Ning selalu mengajarkan cinta kasih.

Ning dilahirkan di tengah keluarga mapan. Maklum, ayahnya Raden Mas Soeripto Tjondro Saputro memiliki sebuah pabrik paku di Solo.

“Di Solo sampai sekarang masih banyak yang tahu bapakku,” ujar Ning.

Di PKI, Suripto memang tak masuk dalam jabatan struktural. Setahu Ning, bapaknya itu salah satu anggota biro khusus PKI. Meski bukan pentolan PKI, tak sembarangan orang bisa bertemu dengannya.

Hanya beberapa gelintir orang di PKI dan organisasi di bawahnya yang bisa menghadap ayah Ning kala itu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

2 + 3 =