foto: metronews.me

 

MORAL-POLITI.COM – DPRD Kota Kupang menilai pernyataan Kepala Dinas Pendidikan Kota Kupang Filmon Lulupoi soal kesiapan sejumlah sekolah negeri  menghadapi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) hanya asal bunyi.

Pasalnya Komisi IV DPRD Kota Kupang menilai sesuai hasil kunjungan Komisi di sekolah yang bakal menyelenggarakan UNBK, persiapan masih jauh dari harapan.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Kupang Viktor Halengki Haning kepada Moral-politik.com usai Komisi IV melakukan pemantauan persiapan sekolah menghadapi UNBK di sejumlah SMP negeri di Kota Kupang, Kamis (8/3/2018) menuturkan, persiapan sekolah, khususnya di SMPN 2, dan SMPN I sangat jauh dari harapan. Di kedua sekolah itu, Komisi menemukan banyak peralatan komputer yang rusak, bahkan masuk dalam kategori rusak parah.

Selain itu, kata dia, fasilitas komputer juga sangat minim, belum lagi ditambah sarana pendukung lain yang tidak memadai. Sehingga ia menilai, pernyataan kepala dinas di media soal soal kesiapan sekolah terkesan asal bunyi.

Haning yang didampingi Ketua Komisi IV Livingstone Ratu Kadja, dan salah satu anggota Komisi IV Ferdinand Pa Padja melanjutkan, sesuai pengakuan Kepala SMPN I Kupang, selama ini tidak pernah ada satupun orang dari Dinas Pendidikan Kota Kupang yang berkunjung ke SMPN I untuk mengecek persiapan sekolah menghadapi UNBK, sehingga pernyataan kepala dinas bisa dikatakan sebagai pembohongan publik.

“Kami kecewa melihat fakta yang terbalik dengan ucapan kadis, padahal gelaran UN sudah dekat. Dengan persiapan seperti ini mana mungkin UNBK berjalan dengan baik?” kata Haning.

Pada kesempatan itu, Haning juga mengungkapkan kekesalannya terhadap kadis pendidikan yang enggan bertemu dengan Komisi IV, ketika Komisi melakukan kunjungan ke dinas tersebut untuk mempertanyakan perhatian dinas usai melakukan kunjungan ke sejumlah sekolah.

Menurutnya, ketika rombongan Komisi sampai ke dinas pendidikan untuk bertemu dengan kepala dinas, yang bersangkutan terkesan cuek dan lebih memilih untuk bercerita dengan sekretaris dinas, dan kemudian melakukan telepon dalam jangka waktu yang sangat lama, dan pihak Komisi memutuskan pulang, sehingga pertemuan dengan kepala dinas dibatalkan. ‎

Livingstone Ratu Kadja

Senada dengan Haning, Ketua Komisi IV Livingstone Ratu Kadja bersama Ferdinad Pa Padja mengungkapkan kekesalannya terkait persiapan sekolah yang tidak sesuai dengan ucapan kepala dinas. Menurut keduanya, dinas harus segera memantau persiapan sekolah dan memperhatikan fasilitas pendukung agar UNBK dapat berjalan dengan baik.

“Kepala Dinas jangan hanya duduk di kantor kemudian memberikan pernyataan kepada media yang tidak sesuai kenyataan di sekolah. Harusnya kepala dinas juga memantau kesiapan sekolah,” kata keduanya hampir bersamaan.‎

 
Penulis : Nyongki
Editor  : Erny

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

64 − 55 =