Ilustrasi: Habib Rizieq Syihab (Baban Gandapurnama/detikcom)

MORAL-POLITIK.COM – Jelang pemilihan presiden dan wakil presiden periode 2019-2024, banyak cara mulai di tempuh untuk meraih kemenangan.

Sadar akan kuatnya posisi Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon petahana, kubu lawan mulai mencoba formula baru.

Detik.com melansir, Habib Rizieq Syihab menyarankan Gerindra, PAN, PKS, dan PBB membentuk koalisi untuk Pilpres 2019.

Pengamat politik Arya Fernandes, menilai koalisi ‘Habib Rizieq’ tersebut sulit untuk memenangkan Pilpres 2019.

Arya yang juga peneliti CSIS ini mencontohkan Pilkada Jabar. Menurutnya, koalisi Gerindra-PKS yang mendukung Sudrajat-Ahmad Syaikhu tidak efektif.

“Eksperimen Gerindra-PKS contohnya di Jabar masih rendah, tidak sampai 5%,” ucap Arya saat diwawancara detikcom, Kamis (22/3/2018).

Dia juga menilai, koalisi Habib Rizieq yang mengandalkan alumni 212 juga belum tentu akan efektif mendompleng suara. Arya menganggap, massa 212 memiliki aspirasi politik yang berbeda.

Arya menilai, belum tentu massa 212 meiliki pandangan sama soal Pilpres. Belum tentu juga suara mereka 1 partai.

“Kenapa begitu? mereka ini kan banyak, bisa jadi suara mereka tersebar ke banyak partai. Motivasi kan beragam dan suara mereka tidak serta-merta ditransfer ke 1 partai,” ucapnya.

Arya beranggapan, jika koalisi itu benar terjadi maka akan sulit berlaga di Pilpres 2019.

“Melihat contoh di beberapa Pilkada saya rasa sulit untuk bereksperimen di level nasional,” ungkapnya.

 

Penulis  : Rivki
Editor    : Imk, Erny
Sumber : Detik.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

− 3 = 6