Mesakh Bailaen. (foto: nyongki/moral-politik.com)

 

 

MORAL-POLITIK.COM – Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Kupang Mesakh Bailaen mengatakan, sepanjang tahun 2017, ada 89 kasus kebakaran yang terjadi.

Dari 89 kasus kebakaran itu, paling banyak terjadi pada rumput kering di lahan kosong, yakni sebanyak 38 kasus, sedangkan rumah tinggal sebanyak 17 kasus.

“Yang lainnnya hanya menyentuh angka 1 sampai 3, seperti pada mobil, kos-kosan, kios, hanya terdapat 3 kasus. Sementara pada motor, gudang dan gardu listrik hanya 2 kasus, yang laiinnnya seperti meubel kayu, kampus, ruko, klinik, mes, toko, dapur, hanya 1 kasus, kecuali pada sampah, yakni sebanyak 7 kasus,” sebutnya.

Sementara rekapitulasi data kebakaran menurut kelurahan/kecamatan, kata Bailaen, terbanyak terjadi di Kecamatan Kelapa Lima, yakni 35 kasus.

Kelurahan atau kecamatan dengan tingkat kasus terendah, tambah dia, terdapat di kecamatan Kota Lama yakni hanya 8 kasus.

Sementara di kecamatan lainnnya seperti Kecamatan Maulafa terdapat 10 kasus, Kecamatan Alak 9 kasus, Kecamatan Kota Raja 13 kasus, dan Kecamatan Oebobo sebanyak 14 kasus.

Dari kesemua kasus ini, tegas dia, perkiraan kerugian mencapai Rp 13 miliar lebih.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

2 + 7 =