Kampus Unipa Maumere. (Foto: Angga/Moral-politik.com)

MORAL-POLITIK.COM – Akhir-akhir ini Universitas Nusa Nipa (UNIPA) Maumere menjadi perhatian publik.

Dalam diskusi di media sosial maupun aksi PMKRI Cabang Maumere tertuju soal status kepemilikan kampus tersebut.

Ketika dihubungi Moral-politik.com, Rabu (28/03/18) meminta tanggapan terkait Unipa Maumere, Koordinator TPDI Petrus Selestinus mengatakan, status hukum Unipa sebaiknya Aleks Longginus dan Ansar Rera harus berkata jujur kepada masyarakat Kabupaten Sikka. Kasus UNIPA merupakan contoh paling konkrit sebuah ketidakjujuran atau kebohongan Aleks Longginus dan Ansar Rera.

Ia menilai Bupati Sikka Aleks Longginus dan Wakil Bupati, Ansar Rera periode 2003-2008 telah secara diam-diam mengubah status kepemilikan UNIPA menjadi milik Yayasan Unipa

Lanjut Petrus, sejak tahun 2008 TPDI mengkonstatir kepemilikan UNIPA bakal menjadi sengketa antara orang yang tidak mau jujur di satu pihak dengan masyarakat dan Pemda Sikka di pihak yang lain, yang mengemban misi melindungi kepentingan masyarakat Sikka.

“Menarik di sini adalah di dalam akta Pendirian Lembaga Pendidikan Tinggi UNIPA yang dibuat pada tahun 2003, di situ ditegaskan bahwa Lembaga Pendidikan Tinggi UNIPA didirikan untuk dan atas nama serta mewakili Pemeritah Daerah Kabupaten Sikka selaku pemilik,” ungkapnya.

Pada tahun 2004, kata Petrus, akta tersebut telah disulap menjadi milik Yayasan UNIPA yang pendirinya adalah Aleks Longginus dan Ansar Rera. Dasar peralihan dan dengan cara bagaimana dialihkan tidak ada yang tahu dan tidak dijelaskan dalam Akta Yayasan Unipa itu.

Ia menilai terdapat bukti yang sangat kuat bahwa Aleks Longginus dan Ansar Rera secara diam-diam tanpa meminta persetujuan Pemda dan DPRD untuk mengubah status hukum dari Lembaga Pendidikan Tinggi ke Yayasan Unipa. Ini terbukti dari pernyataan secara tegas dari Aleks Longginus dan Ansar Rera di dalam Akta YAYASAN NUSA NIPA yang hanya bertindak sebagai pribadi-pribadi serta tidak memasukan Pemda Sikka sebagai Pendiri Yayasan.

Perlu diketahui, Kampus UNIPA sampai hari ini masih terjadi perdebatan soal status kepemilikan. Ada anggota DPRD Sikka mengatakan UNIPA adalah milik Pemda Sikka, bahkan ada yang mengatakan bahwa UNIPA adalah milik Yayasan Unipa.

 

 

Penulis : Angga
Editor   : Erny

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

14 − 6 =