Mahasiswa PMKRI Cabang Maumere demo di DPRD Sikka. (Foto: Angga/Moral-politik.com)

MORAL-POLITIK.COM – Kepemilikan Universitas Nusa Nipa (UNIPA) Maumere sampai hari ini masih terjadi perdebatan di kalangan masyarakat.

Perdebatan itu terkait status kepemilikan kampus orange itu. Status kepemilikan Unipa Maumere menjadi tidak jelas alias “Banci”

Hal ini membuat PMKRI Cabang Maumere merasa terpanggil untuk bertemu dengan anggota DPRD Sikka untuk menanyakan kejelasan kepemilikan kampus yang sudah 13 tahun berada di Kabupaten Sikka ini.

Selasa(27/03/18) mahasiswa PMKRI Cabang Maumere berdialog dengan DPRD Sikka. Ketua PMKRI Cabang Maumere menanyakan kejelasan kepemilikan Unipa Maumere. Ada dua persoalan yang beredar di kalangan masyarakat saat ini bahwa Unipa adalah milik Pemda Sikka. Ada lagi yang mengatakan Unipa adalah milik Yayasan Unipa.

“Dua persoalan itu, kita minta DPRD Sikka untuk memberikan penjelasan terkait status kepemilikan Unipa. Biar jelas status kepemilikan Unipa ini sebenarnya milik siapa”ujar Ketua PMKRI Cabang Maumere di hadapan anggota DPRD Kabupaten Sikka.

Menanggapi pertanyaan dimaksud, anggota DPRD Sikka Fautinus Vasco mengatakan, Unipa Maumere didirikan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Sikka melalui Akte Pendirian No. 05 yang dibuat di hadapan Notaris pada tanggal 8 Oktober 2003 berbentuk Lembaga Pendidikan Tinggi yang diberi nama NUSA NIPA.

Lanjutnya, kekayaan awal menurut Akte No. 5 ini adalah sebesar Rp 2.000.000.000,- (dua milyar rupiah) sesuai pasal 19 akte No.5. Uang tersebut merupakan uang Pemda Sikka yang bersumber dari APBD.

Namun setahun kemudian, tepatnya tanggal 22 Oktober 2004 telah diubah akte pendirian Lembaga Pendidikan Tinggi Nusa Nipa berdasarkan akte No. 5 tertanggal 8 Oktober 2003, menjadi Yayasan Pendidikan Tinggi Nusa Nipa dengan akte Notaris No. 21.

“Sesuai dengan akte notaris no 21 tanggal 8 Oktober 2003, Unipa adalah milik Yayasan Pendidikan Nusa Nipa bukan lagi milik Pemda Sikka,” tegasnya.

Ia menegaskan kembali bahwa Unipa Maumere adalah milik Yayasan Pendidikan Nusa Nipa dimana ada lima nama pemilik Unipa yang sesuai dengan akte notaris 21 itu. Jadi unipa saat ini bukan milik Pemda Sikka.

Hal yang sama juga ditambahkan anggota DPRD Sikka Yoseph Karmianto bahwa Unipa adalah milik Yayasan Lembaga Nusa Nipa bukan lagi milik Pemda Sikka, karena sesuai dengan akte notaris no. 21 tanggal 8 Oktober 2003.

Politisi PKB ini menyayangkan sekali Pemda Sikka saat ini mengklaim Unipa adalah milik Pemda. Mereka-mereka yang tercantum dalam akte 21 itu adalah pemilik Unipa Maumere yaitu Yayasan Lembaga Nusa Nipa.

“Unipa telah berubah status kepemilikan adalah Yayasan lembaga Nusa Nipa. Ada lima pemilik Unipa itu sesuai dengan akta 21,” ungkapnya.

Dua Aeng

Sementara itu, anggota DPRD Sikka Dua Aeng berbeda pendapat soal status kepemilikan Unipa Maumere. Ia menegaskan Unipa Maumere adalah milik Pemda Sikka.

Menurutnya, dalam akta no. 5 ada lima pendiri Unipa Maumere yaitu Drs. Alexander Longginus waktu itu menjabat sebagai Bupati Sikka, Drs. Yoseph Ansar Rera sebagai Wakil Bupati Sikka, OML Gudipung sebagai Ketua DPRD Sikka, Drs. AM. Keupung Wakil Ketua DPRD Sikka, dan terakhir adalah Dominikus Parera sebagai Sekda Kabupaten Sikka.

Lanjutnya, sesuai akta no. 5, bunyinya lima pendiri ini bertindak atas nama pemerintah daerah Kabupaten Sikka. Artinya, bahwa Unipa ini milik Pemda Sikka.

Ia menegaskan perubahan pendirian akta 21 itu karena kita harus mengikuti undang-undang yayasan, karena pemerintah daerah tidak bisa mengelola perguruan tinggi. Jadi perubahan itu tidak merubah status kepemilikan.

“Jadi Unipa adalah milik Pemda Sikka bukan milik Yayasan Nusa Nipa!” tegasnya.

Dua Aeng mengatakan bukti Unipa adalah milik Pemda Sikka, saat ini kita lagi mendorong Unipa Maumere menjadi kampus negeri, kita DPRD Sikka bersama pemerintah telah menghibahkan lahan 30 hektar tanah untuk proses pembangunan Kampus Unipa. Saat ini kita tinggal menunggu saja pengesahan dari Presiden Jokowi.

Hal yang sama juga ditambahkan oleh Silverius Angi bahwa Unipa adalah milik Pemda Sikka. Ini dibuktikan dengan logo kampus Unipa menggunakan logo Pemda Sikka.

“Unipa statusnya milik Pemda Sikka bukan status milik Yayasan Lembaga Nusa Nipa,” pungkasnya.

 
Penulis : Angga
Editor   : Erny

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

+ 12 = 16