Foto: Ambuga/Moral-politik.com

 

MORAL-POLITIK.COM – Predikat sebagai provinsi ke-tiga termiskin secara nasional untuk Provinsi Nusa Tenggara Timur bukanlah tanpa data pendukung.

Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Provinsi NTT mencatat, pada tahun 2016 tercantum angka kekurangan rumah (blacklog) sebesar 90.538 unit, blackblog aspek penghunian sebanyak 2.000 unit rumah.

“Sedangkan angka Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di NTT berjumlah 340.046 unit rumah,” kata Sekretaris Daerah (Setda) Benediktus Polo Maing dalam Rapat Konsultasi dan Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Bidang Penyediaan Perumahan di Hotel Neo by Aston, Kota Kupang, Kamis (22/3/2018).

Ben berharap, rapat yang digelar selama dua hari ini bisa merumuskan langkah-langkah untuk meningkatkan ketersediaan rumah bagi masyarakat.

“Diperlukan koordinasi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah dalam menghasilkan program yang tersinkronisasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah,” katanya.

Ben pun mengurai kondisi kemiskinan di provinsi seribu pulau ini. Menurutnya, salah satu kriteria kemiskinan masyarakat di provinsi penghasil Cendana ini adalah ketersediaan rumah layak huni bagi masyarakat.

Untuk menurunkan prosentase kemiskinan itu, sebagai Sekda NTT, Ben mengatakan ketersediaan rumah layak huni memiliki peran besar.

“Untuk itu, perlu adanya upaya meningkatkan ketersediaan rumah layak huni,” katanya.

Yulia Afra

Walau masyarakat NTT masih kekurangan rumah layak huni, Kadis Perumahan dan Kawasan Pemukiman Provinsi NTT Yulia Afra mengatakan, Pemprov NTT sangat serius memerhatikan ketersediaan rumah yang layak bagi masyarakat.

Dia pun berharap, semoga hasil dari rapat ini bisa merumuskan program perumahan untuk memenuhi kekurangan rumah (blacklog) di NTT.

 
Penulis : Ambuga
Editor   : Erny

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

49 − = 41