TRIBUNNEWS/HERUDIN – Ruhut Sitompul

MORAL-POLITIK.COM – Diskursus perihal calon tunggal di pemilihan presiden (pilpres) 2019 semakin mengemuka.

Kali ini Tribunnew.com melansir, politikus Ruhut Sitompul berbicara mengenai pemilihan presiden (pilpres) 2019.

Dilansir Tribunwow.com dari akun Twitter @ruhutsitompul, dirinya mengatakan,”Pilpres 2019 Calon Tunggal mungkin terjadi & tidak Melanggar UU, Kita bangga Pak JOKOWI mengharapkan tetap ada Capres lain jadi tidak melawan Kotak Kosong, “Agar persaingan sempurna terjadi pada Pilpres 2019 tinggal sabar Kita tunggu Siapa nanti Capresnya yg akan muncul” MERDEKA”.

Namun terdapat syarat yang harus dipenuhi jika pemilihan presuide mendatang hanya diikuti pasangan calon tunggal.

Antara lain, pasangan calon tunggal harus meraih suara di atas 50 persen suara sah, jika ingin menang.

Aturan ini tidak hanya diatur dalam Undang-Undang Nomor 7/2017 tentang Pemilu, tapi juga dalam Pasal 6a Undang-Undang Dasar 1945.

Namun hal tersebut ditampik oleh Partai Amanat Nasional (PAN)

Dikabarkan sebelumnya, Ketua DPP PAN Yandri Susanto menyatakan, partainya kemungkinan besar tak mengusung kembali Presiden Jokowi di Pilpres 2019.

“Kecenderungan kuat kami Insya Allah di luar Pak Jokowi. Kalau semua ke Pak Jokowi ya bisa jadi calon tunggal,” kata Yandri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (5/3/2018).

Ia menolak bila komunikasi ketua umumnya Zulkifli Hasan dengan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri diartikan sebagai dukungan kepada Jokowi di Pilpres 2019.

Yandri menyatakan Zulkifli bertemu Megawati dalam kapasitasnya sebagai Ketua MPR.

Yandri mengungkapkan meski kemungkinan besar tak mencapreskan Jokowi di Pilpres 2019, PAN tidak memiliki masalah dengan mantan Gubernur DKI Jakarta itu. (*)

 

Penulis  : Dian Naren
Editor    : Dian Naren, Athen
Sumber : Tribunnews.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

+ 85 = 94