Foto: Ambuga/Moral-politik.com

MORAL-POLITIK.COM – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya mengungkapkan pengalamannya memulangkan calon TKI Ilegal dengan dokumen palsu.

Hal tersebut diungkapkan Frans dalam momen penerimaan kunjungan Sekretaris Utama BNP2TKI, Hermono M.A serta rombongan di Ruang Rapat Kantor Gubernur Sasando, Selasa (20/3/2018).

“Pernah dalam kesempatan beberapa tahun lalu, saya satu pesawat dengan segerombolan wanita usia muda ke Jakarta. Saya sudah menduga, mereka ini pasti TKW. Karena itu, saat transit di Surabaya, saya kumpulkan semuanya dan menanyakan tujuan mereka,” kisah Frans.

Ketika menanyakan tujuan para wanita itu, dia akhirnya mendapatkan kepastian soal identitas mereka.

“Mereka bilang akan ke tempat pelatihan di Jakarta dan selanjutnya ke Malaysia. Saat memeriksa kelengkapan dokumen mereka, foto dan nama yang ada di pasport sama sekali berbeda dengan orang yang memegang pasport tersebut. Sesampainya di Jakarta, saya menyerahkan mereka ke pihak imigrasi dan petugas keamanan untuk selanjutnya diarahkan ke kantor penghubung dan dikembalikan lagi ke NTT,” ceritanya.

Dia yakin, lanjutnya, bahwa para TKI Ilegal tersebut berangkat karena diajak oleh perekrut yang mendapat keuntungan besar dari bisnis ini. Orang tersebutlah yang mesti ditangkap dan dihukum seberat-beratnya.

“Yang paling menyakitkan, orang tuanya sendiri tidak mengerti anaknya pergi ke mana. Untuk mengatasi hal ini, semua pihak mesti bersinergi. Peran keluarga dan aparat desa mesti ditingkatkan. Bhabinkantibmas harus dilibatkan dalam proses pengawasan,” tegasnya.

Persoalan ini, sambungnya, harus bisa disikapi oleh para tokoh agama.

“Para tokoh agama juga mesti selalu mengingatkan tentang hal ini lewat mimbar ibadah. Satuan tugas (satgas) dan gugus tugas harus memperketat tugas pengawasan,” ungkapnya.
Banyak Modus

Frans menegaskan modus perekrutan TKI Ilegal dilakukan dengan banyak cara.

“Banyak cara ditempuh untuk meloloskan para TKI Ilegal,” katanya.

Kalau lewat Kota Kupang tidak bisa, jelasnya, bisa saja mereka menempuh jalur laut ke Flores terus ke Labuan Bajo dan seterusnya ke Jawa.

“Karena itu saya meminta Satgas Pencegahan Calon TKI Ilegal untuk memperketat pengawasan di pelabuhan dan bandara. Saya juga berharap agar para aparat hukum yakni polisi, jaksa dan hakim agar satu suara dalam upaya penegakan hukum masalah TKI Ilegal ini,” katanya.

 
Penulis : Ambuga
Editor   : Erny

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

− 1 = 3