Veki Lerik beserta istri dan putrinya. (foto: akun fb veki lerik/moral-politik.com)

 

 

MORAL-POLITIK.COM – Admin Grup Viktor Lerik (Veki Lerik) Bebas Bicara Bicara Bebas (VLB4), Veki Lerik mengaku siap memenuhi panggilan polisi jika ingin dimintai keterangan.

Hal tersebut berkaitan dengan kasus dugaan ancaman pengeboman terhadap Transmart Kupang (Baca: “Mall Kupang”) oleh MYM yang disebarkan melalui akun Facebook pribadinya dalam grup VLB4 yang kini tengah ditangani pihak Polda NTT.

“Boleh-boleh saja. Boleh, enggak apa-apa. Sebagai warga negara yang taat hukum, ya kalau dipanggil saya akan kesana,” kata Veki saat dihubungi moral-politik.com melalui telepon seluler, Selasa (6/3/2018) Pkl. 13.10 WITA.

Veki juga mengaku belum mengetahui kejadian itu, sehingga belum memblokir akun penyebar hoax tersebut.

“Belum di blokir karena belum ada laporan masuk, kalau sudah ada laporan, kita akan blokir,” tegasnya.

Polda NTT

Sementara itu, dalam konferensi pers yang digelar Polda NTT, Selasa (6/3/2018), pihak kepolisan mengaku siap memanggil admin grup Facebook Veki Lerik Bebas Bicara Bicara Bebas (VLB4).

Wadir Dirkrimum Polda NTT AKBP Yandri Irshan mengatakan, pemeriksaan terhadap admin grup itu terkait postingan berisi ancaman pemboman di Transmart Kupang oleh oknum mahasiswa Undana Kupang berinisial MYM pada Minggu (4/3/2018).

“MYM sudah ditetapkan sebagai tersangka, admin grupnya juga akan dipanggil untuk dimintai keterangan,” kata Yandri.

 

 

Penulis : Ambuga
Editor  : Erny

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

73 − = 68