Tahanan yang kabur. (Foto: Angga/Moral-politik.com)

 

MORAL-POLITIK.COM – Sebanyak tujuh tahanan melarikan diri dari tahanan Polres Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (7/4/2018).

Tujuh tahanan ini kabur dengan cara merusak terali pembatas antara plafon dengan tembok bagian bawah. Kaburnya tahanan ini diperkirakan pada pukul 18.30 WITA.

Menurut Kapolres Sikka, AKBP Rickson Situmorang melalui keterangan pers, Minggu (8/4/2018) yang diterima Moral-politik.com, ada tujuh tahanan yang melarikan diri. Mereka kabur dengan merusak terali pembatas antara plafon dengan tembok bagian bawah.

Setelah terali rusak, mereka langsung keluar dari ruangan sel dan berhasil kabur usai memanjat pagar menuju ke arah timur sumur bor yang letaknya berdekatan dengan jalan raya.

“Tujuh tahanan yang kabur itu terlibat dalam berbagai kasus yakni pencurian sebanyak tiga orang, dan pencabulan sebanyak dua orang,” ujarnya.

Kapolres Sikka, AKBP Rickson Situmorang

 

Ia menegaskan, saat ini aparat Polres Sikka telah memburu para tahanan yang kabur tersebut.

Kapolres Sikka ini berharap masyarakat dapat membantu pihak kepolisian untuk mencari para tahanan tersebut dengan cara melaporkan ke Polres Sikka atau senta pelayanan polisi terdekat jika mengetahui atau mendapat informasi keberadaan para tahanan yang kabur itu.

Ketujuh tahanan yang kabur adalah Fransiskus Paskalis alias Kalis (31) warga Urunpigang Kelurahan Wailiti, Kecamatan Alok Barat; Benyamin Leo Kelen (35) warga Dusun 4 Riangtobi, Desa Ilepadang, Kecamatan Lewoleba; Jefrianus Fernando (20) warga Kelurahan Nangalimang, Kecamatan Alok; Fransiskus Mara alias Frengki, warga Kecamatan Paga; Yohanes Irfan Dari, warga Kelurahan Madawat, Kecamatan Alok; Bernadus Bura (30) warga Dusun Habijanang, Desa Wairbleler, Kecamatan Waigete; dan Urbanus Sino (42) warga Dusun Ewa, Desa Runut, Kecamatan Waigete.

 

 
Penulis : Angga
Editor   : Erny

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

31 + = 36