Foto: Ambuga/Moral-politik.com

 

MORAL-POLITIK.COM – Setiap tahun orang Kristiani selalu merayakan hari raya Paskah untuk mengenang kebangkitan Yesus Kristus.

Menurut Pastor Paroki Katedral Kristus Raja Kupang Ambrosius Ladjar, dengan merayakan peristiwa Paskah, orang harus bisa belajar dan mengubah hidupnya.

“Kalau kita tetap memelihara kebiasaan korupsi, Paskah sama sekali tidak ada artinya,” katanya dalam khotbah saat memimpin Misa Malam Paskah di Gereja Katedral Kristus Raja Kupang, Kota Kupang, Sabtu (31/3/2018) Pkl. 20.00 WITA.

Ambrosius menekankan, dengan perayaan Paskah ini, manusia harus bisa memperbaiki dirinya dari hari ke hari, dari hal yang negatif ke hal yang positif.

“Kita berkumpul dan membicarakan keburukan orang lain, ini menandakan iman kita belum bertumbuh dengan baik, dan pemahaman kita masih terbatas. Iman yang bertumbuh dengan baik membuat kualitas hidup kita juga menjadi lebih baik,” serunya.

“Iman yang bertumbuh dengan baik juga, membuat kita mengambil sebuah keputusan beserta akibat-akibatnya, demi sesuatu yang baik,” imbuhnya menegaskan.

Ambrosius menceritakan, ada kebiasaan-kebiasaan yang sering terjadi dalam sebuah hari raya.

“Pada hari raya Paskah, Natal ataupun hari raya lainnya, banyak orang datang ke gereja. Panitia harus membuat tenda di luar gereja, karena kursi dalam gereja tidak mampu menampung banyaknya orang. Ini berbeda dengan hari Minggu biasa,” kisahnya.

“Tapi mengapa setelah perayaan Paskah ataupun Natal, gairah hidup kita untuk ke gereja mulai luntur?” tanyanya.

Makna Paskah, lanjut Ambrosius, tidak boleh habis dan sirna begitu saja usai perayaan.

“Tapi sepanjang tahun, kita harus menunjukkan partisipasi langsung dalam berbagai hal positip,” harapnya.

 

 

Penulis : Ambuga
Editor   : Erny

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

63 − 55 =