Andreas W. Koreh. (Foto: V.J. Boekan/Moral-politik.com)

 

MORAL-POLITIK.COM – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Andreas W. Koreh (Andre) dengan bijak unjuk sikap.

Unjuk sikap Andre bertalian dengan konfirmasi media ini melalui media WhatsApp, Sabtu (7/4/2018) terkait dengan rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang yang tengah menjajaki kemungkinan untuk menjalin kerja sama dengan perusahan penyedia aspal, sebagaimana dituturkan oleh Walikota Kupang Jefri Riwu Kore melalui Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kupang, Beni Sain saat dimintai komentarnya oleh media ini di Kota Kupang pada siang hari ini juga.

Andre menegaskan bahwa pihaknya pada prinsipnya mempersilahkan Pemkot Kupang untuk melakukan kerja sama dengan pihak penyedia aspal. Hanya saja, katanya, yang harus diperhatikan adalah apakah aspal tersebut sudah mendapat persetujuan dari pihak Puslitbang Jalan?

“Persetujuan dari Puslitbang Jalan itu sangat penting (urgen) karena berkaitan dengan kwalitas aspal. Harus ada rekomendasi dari Puslitbang Jalan Kementerian PUPR dulu,” tegasnya.

Mahasiswa program doktoral pada Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang ini juga menegaskan, hal-hal yang patut diwaspadai oleh Pemkot Kupang adalah jangan sampai terkesan monopoli karena sudah langsung kepada perusahaan tertentu. “Jadi ini yang harus diwaspadai,” tukasnya.

Dari aspek teknis, Andre menguraikan, karena aspal yang ditawarkan adalah jenis aspal campuran dingin atau cold mix, kalau sudah disiapkan oleh satu perusahaan supaya jangan sampai terkesan dimonopoli oleh perusahaan tersebut.

Sebab, sambung Ketua Umum KONI NTT ini, bisa saja aspal dengan jenis yang sama bisa juga disiapkan oleh leveransir yang lain. Ini yang harus dijaga.

Sebelumnya media ini mewartakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang tengah menjajaki kemungkinan untuk menjalin kerja sama dengan perusahan penyedia aspal.

Perusahan yang sementara dilirik pemkot adalah perusahan dari negara Australia, dan salah satu perusahan di Indonesia, yaitu PT. Jaya Abadi yang berpusat di Provinsi Palu.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kupang, Beni Sain saat disambangi Moral-politik.com di Kota Kupang, Sabtu (7/4/2018) siang menuturkan, maksud dari pemkot menjajaki kerja sama dengan perusahan penyedia aspak dari luar daerah untuk penghematan anggaran.

Sesuai hasil kunjungan dirinya bersama Walikota Kupang Jefri Riwu Kore ke Kota Madura untuk melihat langsung material Aspal Buton milik PT. Jaya Abadi yang sedang menyuplai aspal untuk pekerjaan jalan di Madura, hasilnya sangat bagus.

Walikota Kupang Jefri Riwu Kore dan rombongan melakukan studi banding aspal buton buatan lokal di Bangkalan Madura, Kamis (29/3/2018) Pkl. 07.00 WIB. (Foto: Ist/Moral-politik.com)

 

“Aspal produksi PT. Jaya Abadi sangat cocok dengan kondisi jalan di Kota Kupang dan ramah terhadap air,” buka dia.

Jadi, gumam dia, aspal tersebut tidak mudah terkelupas jika terkena air. Aspal tèrsebut juga tidak perlu diolah lagi tapi hanya disiram pada permukaan jalan kemudian digilas. Hasilnya sangat kuat jika dibandingkan produksi aspal hotmix di Kota Kupang.

Selain itu, aku dia, aspal jenis itu kualitasnya setara aspal hotmix namun dari sisi anggaran jauh lebih hemat. Bahkan penghematannya bisa mencapai 30 persen.

Atas dasar itu, katanya, pemkot menjajaki kemungkinan bekerja sama dengan perusahan tersebut.

“Namun sebelum kerja sama dilakukan kami meminta mereka untuk melakukan percobaan, dan mereka sudah bersedia. Sesuai rencana PT. Jaya Abadi akan mengirim aspal sebanyak dua kontainer ke Kota Kupang untuk aksi percobaan,” yakin dia.

Sementara untuk perusahan penyedia aspal dari Australia, tegasnya, sudah komunikasi dengan pemerintah Kota Kupang untuk akses uji coba. Hanya saja, sampai saat ini belum ada konfirmasi dari perusahan tersebut kapan uji coba dilakukan.

Padahal perusahan tersebut berjanji, pungkas dia, akan mengirim dua kontainer aspal untuk uji coba yang biaya pengirimannya ditanggung pemerintah Kota Kupang.

 

 

Penulis : Erny/Nyongki
Editor   : V.J. Boekan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

44 − 38 =