Empat Srikandi Kesehatan Kabupaten Sikka, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, dr. Maria B.S. Nenu, MPH; Direktris RSUD TC Hillers, dr. Clara Francis, MPH (kiri); dr. Mercy (kanan); dan dr. Santy (belakang). foto: humas.sikkakab.go.id

 

MORAL-POLITIK.COM – Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) TC. Hillers Maumere akhirnya memberikan klarifikasi soal meninggalnya bayi Janurio Roberto Jaeng.

Bayi Janurio Robertus Jaeng meninggal pada Selasa (27/3/2018).

Menurut Direktris RSUD TC Hillers Maumere, dr. Clara Yosefina Francis, MPH melalui rilis yang diterima Moral-politik.com, Rabu (4/4/2018) di Maumere, membenarkan pasien atas nama Januario Roberto Jaeng, tanggal lahir 7 Januari 2018 (2 bulan 19 hari) masuk RS melalui UGD pada tanggal 26 Maret jam 05.45 WITA dengan keluhan utama batuk sejak 1 minggu yang lalu, panas tinggi sudah 2 hari yang lalu, dan sesak napas 1 hari sebelum datang ke RSUD.

Selanjutnya, penanganan medis yang dilakukan di Ruang Perawatan Melati RSUD TC Hillers sudah sesuai dengan prosedur penanganan pasien di RSUD TC. Hillers.

Infus yang terpasang terpaksa dicabut sementara karena jarum infus (abbocath) yang masuk dalam pembuluh darah terlipat yang dapat berdampak lebih lanjut pada rusaknya (pecahnya) pembuluh darah atau tersumbatnya pembuluh darah, bahkan lebih lanjut dapat mengakibatkan infeksi.

25 menit kemudian, pemasangan infus diulangi kembali sebanyak 4 kali namun gagal karena kondisi pembuluh darah yang sudah mulai rapuh akibat perburukkan kondisi pasien akibat penyakitnya. Sehingga infus tidak bisa terpasang kembali dan keadaan ini sudah dikomunikasikan dengan ibu pasien.

Ia menuturkan, benar pasien dianjurkan puasa sesuai instruksi dokter dalam prosedur penanganannya karena pasien sesak napas (resiko tersedak apabila minum/makan dalam kondisi sesak napas), dan hal ini sudah dikomunikasikan dengan ibu pasien.

Untuk mengatasi sesak napas dilakukan pengasapan untuk mengencerkan lendir dan mengurangi sesak napas (sesuai prosedur penanganan RS).

Dr Clara mengatakan, menyangkut pelayanan kereta jenazah, perlu dijelaskan bahwa sesuai prosedur/alur pasien meninggal di ruang perawatan RS, jenazah keluar melalui kamar jenazah untuk dilakukan perawatan jenazah sebelum dipulangkan.

Instalasi perawatan jenazah akan mempersiapkan kereta jenazah untuk pemulangan. Tapi sayang, jenazah dibawa sendiri oleh keluarga dan tidak melewati alur pasien meninggal sehingga terjadi hal di luar kendali RS apalagi pada situasi yang tidak kondusif saat itu tidak memungkinkan untuk komunikasi bisa berjalan baik.

 

 

Penulis : Angga
Editor   : Erny

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

4 + 2 =