Donnie Raihawu. (Foto: V.J. Boekan/Moral-politik.com)

 

MORAL-POLITIK.COM – Pemerintah Kota Kupang terus memikirkan solusi terbaik untuk membangun infrastruktur jalan berkualitas, dan menjangkau seluruh ruas jalan.

Dalam kerangka itu Walikota Kupang Jefri Riwu Kore dan staf terus menjajaki kemungkinan untuk menjalin kerja sama dengan perusahan penyedia aspal, PT. Asbuton Jaya Abadi yang berpusat di Provinsi Palu.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kupang, Beni Sain saat disambangi Moral-politik.com di Kota Kupang, Sabtu (7/4/2018) menuturkan, maksud  pemkot menjajaki kerja sama dengan perusahan penyedia aspak dari luar daerah untuk penghematan anggaran.

Donnie Raihawu

Area Manager PT. Aspal Buthon Jaya Abadi untuk Provinsi NTT dan Negara Timor Leste, Donnie Raihawu saat disambangi di Kota Kupang, Senin (9/4/2018) mengungkapkan tabir kelebihan dari aspal produksi perusahaannya.

Raihawu menuturkan, terdapat sembilan kelebihan aspal perusahaannya. Kelebihan pertama, aspal dikemas dalam karung dengan berat sekitar 25 kg per karung.

Kedua, aspal bisa ditebar pada musim hujan karena air tidak akan senyawa dengan aspal kami;

Ketiga, memudahkan bagi pekerja dalam mengangkut atau mobilisasi, karena per karung beratnya hanya 25 kg;

Keempat, bisa fleksibel dalam satu minggu setelah pengerjaannya;

Kelima, aspal kami ini bisa dipakai untuk overlay atau tambah-tambah di tempat yang berlubang;

Keenam, kadar daya rekat sekitar 6,8 persen;

Ketujuh, harga jualnya sekitar Rp 2,2 juta per ton, tapi hanya sampai di pelabuhan. Jika ingin diantar ke lokasi proyek harganya berbeda lagi;

Kedelapan, kami akan mengangkut aspal dari lokasi persediaan stok yaitu Palu ke Surabaya, lalu ke Kota Kupang atau kabupaten yang ada dermaganya; dan

Kesembilan, efesiensinya bisa mencapai 30 persen jika dibandingkan dengan aspal produk lain.

Tingkat efesiensi

Dengan anggaran yang sama, yakin dia, pihaknya akan buktikan bahwa dengan menggunakan Asbuton ruas jalan yang dibangun akan lebih panjang, dalam ketebalan 4 cm lebih, dan akan tampak jelas juga pada selisih harga jual yang lebih murah.

Walikota Kupang Jefri Riwu Kore dan rombongan melakukan studi banding Asbuton buatan lokal di Bangkalan, Madura, Kamis (29/3/2018) Pkl. 07.00 WIB. (Foto: Ist/Moral-politik.com)

 

Ini bukan berarti kami monopoli, tambahnya. Kami memang belum punya kompotitor dalam hal ini.

Jadi, sambungnya, jika ada yang mengatakan kami monopoli, rasanya tidak.

“Kami hanya menawarkan yang terbaik, karena kebetulan saya orang NTT, kenapa tidak saya tawarkan yang terbaik?” pungkas dia sembari tersenyum.

 

 

Penulis: V.J. Boekan

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

49 + = 57