Ilustrasi Kantor DPRD Kota Kupang. (Foto: V.J. Boekan/Moral-politik.com)

 

MORAL-POLITIK.COM – Festival makan jagung bose, daging se’i dan sambal lu’at  (BSL) untuk menyambut HUT Kota Kupang ke-22, diapresiasi DPRD Kota Kupang.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kupang ingatkan Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang soal anggaran kegiatan dimaksud.

“Dalam menjalankan fungsi pengawasan kami hanya ingatkan Pemerintah Kota Kupang soal penggunaan anggaran festival makan jagung bose, se’i dan sambal luat yang akan menjadi event terbesar dalam acara HUT Kota Kupang ke-22,” kata Ketua DPRD Kota Kupang, Yeskiel Loudoe kepada Moral-politik.com usai memimpin paripurna penetapan jadwal Sidang DPRD bersama pemerintah di Kantor DPRD, Senin (16/4/2018) siang.

Menurut Loudoe, dalam sidang anggaran murni tahun 2018 tidak dianggarkan anggaran untuk festival tersebut, sehingga pemerintah diminta bèrhati-hati menggunakan anggaran agar dikemudian hari tidak menjadi masalah.

“Apa yang saya sampaikan sekedar mengingatkan pemerintah untuk menjadi perhatian. Apalagi tidak dianggarkan anggaran untuk event tersebut,” katanya.

Sementara itu sebelumnya, Ketua Panitia HUT Kota Kupang ke-22 Yos Rera Beka kepada wartawan di Kantor Walikota Kupang mengatakan, dalam memperingati HUT Kota Kupang ke-22 yang jatuh pada 25 April, Pemerintah Kota Kupang melalui Panitia Pelaksana HUT akan melaksanakan acara yang sederhana namun meriah. Menariknya akan ada festival makan jagung bose, daging se’i dan sambal luat, dan festival ini dinamakan BSL.

“Serangkaian acara telah direncanakan dengan festival utama yaitu makan Bose, se’i dan sambal luat (BSL) yang akan menjadi event terbesar dalam acara HUT Kota Kupang ke-22,” katanya.

Ia mengatakan, festival makanan tradisional bose, se’i dan lu’at (BSL) yang diikuti oleh instansi pemerintah, keagamaan, BUMN/BUMD, Camat/Lurah, Organisasi etnis kemasyarakatan, dan juga empat calon gubernur akan dilibatkan dalam wisata kuliner tersebut.

Masing-masing instansi, kelompok, tim, dan lainnya, kata Yos, minimal menyiapkan 100 porsi jagung bose. Sedangkan pemerintah kota akan menyiapkan 5.000 porsi bose, warga Kota Kupang, karyawan, staf, dan kelompok bisa makan BSL secara gratis dengan menggunakan kupon.

“Festival BSL kita akan laksanakan di arena Car Free Day pada 21 April. Kemungkinan dihadirkan Kementerian Pariwisata dan Kementerian Badan Ketahanan Pangan. Kita akan undang lembaga Rekor Muri untuk bisa memecahkan rekor dengan menilai bagaimana animo masyarakat terkait makan bose terbanyak secara gratis. Karena targetnya 10 ribu orang yang makan jagung bose,” tegas dia.

 

 

Penulis : Nyongki
Editor   : Erny

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

44 − 40 =