Gubernur NTT Frans Lebu Raya. (Foto: V.J. Boekan/Moral-politik.com)

 

MORAL-POLITIK.COM – Alikisah rencana pembangunan Jembatan Pancasila Palmerah disertai Turbin Listrik Energi Baru Terbarukan di Kabupaten Flores Timur berlanjut.

Setelah sepi dari pemberitaan media sekitar dua bulan, akhirnya Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya (FLR) menegaskan kembali persiapan untuk Peletakan Batu Pertama (Ground Breaking) pembangunannya oleh Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) di awal Juni 2018 mendatang.

“Saya minta Pak Sekda siapkan surat kepada Presiden Jokowi untuk datang ke NTT pada tanggal 1 Juni 2018 nanti untuk menghadiri peringatan Hari Lahir Pancasila di Kabupaten Ende, Kuliah Umum di Seminari Tinggi Ledalero, Melihat Bendungan Napun Gete, Ground Breaking Jembatan Pancasila Palmerah, dan Ground Breaking Bendungan Temef,” kata FLR dalam pertemuannya dengan pejabat eselon I dan II lingkup Pemprov NTT di Ruang Rapat Asisten, Lantai II Kantor Gubernur NTT (Kantor Sasando), Jalan Raya El Tari No. 52, Kelurahan Oebobo, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Jumat (13/4/2018) Pkl. 09.00 WITA.

Mantan Wakil Gubernur NTT satu periode ini mengingatkan bahwa Bendungan Temef adalah bendungan yang terbesar di Indonesia. Kapasitas tampung airnya sebanyak 77 Juta M3.

“Timor Tengah Selatan sepertinya diberikan perhatian khusus karena mendapat bendungan terbesar,” tukas FLR.

Hal tersebut sama juga dengan di Kabupaten Belu yang mendapat Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain, dan di Kabupaten Malaka mendapat PLBN Motamasin.

“Perhatian Pak Jokowi terhadap kita di NTT sangat tinggi. Oleh karena itu saya minta kita semua harus menjaga dan mengoptimalkan semua proyek yang telah di bangun dan diresmikan tersebut untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat NTT yang sama-sama kita cintai itu,” himbau FLR mengakhiri penegasannya.

 

Penulis : V.J. Boekan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

95 − = 87