Calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok bersama istri, Veronica Tan dan putra sulungnya Nicholas Sean Purnama, saat berjalan kaki dari kediamannya di Kompleks Pantai Mutiara ke TPS 54, Rabu (15/2/2017).(Kompas.com/Kurnia Sari Aziza)

 

MORAL-POLITIK.COM – Gugatan perceraian mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mendapat respons positif dari pihak pengadilan.

Kompas.com melansir bahwa Majelis hakim memberikan kuasa terhadap mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok untuk mengasuh kedua anaknya, Nathania Purnama dan Daud Albeener Purnama.

Putusan itu disampaikan Ketua Majelis Hakim Sutaji saat sidang putusan gugatan cerai yang diajukan Ahok terhadap istrinya, Veronica Tan, di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Rabu (4/4/2018) yang lalu.

“Pembinaan terhadap anak yang masih kecil diserahkan kepada penggugat selaku ayah kandung,” ujar Sutaji.

Sutaji menjelaskan, dari fakta persidangan, majelis hakim menilai Veronica merupakan pihak yang menjadi sumber permasalahan mengapa Ahok akhirnya menggugat cerai. Hal itu membuat hakim khawatir kedua anak Ahok dan Vero meniru tindakan yang dilakukan Vero.

“Ibu kandung telah melanggar norma yang melanggar kesusilaan yang dikhawatirkan perilaku dan perbuatan tergugat akan ditiru oleh kedua anaknya,” ujar Sutaji.

Adapun Vero masih akan tetap mengasuh kedua anaknya selama Ahok masih menjalani masa tahanan di Rutan Mako Brimob Kepala Dua Depok. Setelah Ahok bebas, Vero wajib menyerahkan hak asuh anak kepada Ahok.

“Penggugat saat ini sedang menjalani penahanan, maka sebelum keluar atau selesai masa tahannya, kedua anak sementara dititipkan kepada tergugat. Setelah selesai masa hukuman, kewajiban tergugat menyerahkan kepada penggugat,” ujar Sutaji.

Majelis hakim mengabulkan gugatan perceraian yang diajukan Ahok terhadap Vero. Gugatan cerai itu diajukan pada 5 Januari lalu di PN Jakarta Utara. Majelis hakim menilai seluruh saksi dan bukti mendukung gugatan tersebut.

 

 
Penulis  : Kontributor Jakarta, David Oliver Purba
Editor    : Dian Maharani, Athen
Sumber : Kompas.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

− 3 = 2